Tren Diet Ekstrem di Media Sosial Jadi Ancaman Baru bagi Remaja

Tren Diet Ekstrem di Media Sosial Jadi Ancaman Baru bagi Remaja

Di balik gemerlap dunia media sosial, muncul tren yang mengkhawatirkan dan dinilai dapat mengancam remaja Indonesia: diet ekstrem demi mengejar tubuh yang dianggap “ideal” dan kerap dipopulerkan melalui konten yang mengikuti selera algoritma.

Diet ekstrem dan dorongan mengejar “tubuh ideal”

Tren diet ekstrem muncul seiring derasnya arus konten yang menonjolkan standar tubuh tertentu. Remaja menjadi kelompok yang rentan terpapar karena berada pada fase pencarian jati diri dan kerap menjadikan media sosial sebagai rujukan gaya hidup.

Bahaya tren yang mengintai di balik algoritma

Di tengah upaya tampil sesuai standar yang ramai dipertontonkan, diet ekstrem dapat menjadi praktik berisiko. Dorongan untuk mengikuti tren—terutama ketika dikemas menarik dan berulang kali muncul di linimasa—membuat sebagian remaja terdorong melakukan cara-cara yang tidak aman demi mencapai bentuk tubuh tertentu.

Perlu kewaspadaan dan literasi digital

Kondisi ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap tren yang beredar di media sosial. Remaja perlu dibekali kemampuan memilah informasi dan memahami bahwa konten yang viral tidak selalu aman untuk diikuti, terlebih jika menyangkut pola makan dan kesehatan.

  • Remaja menjadi sasaran rentan tren diet ekstrem di media sosial.
  • Standar “tubuh ideal” kerap dipopulerkan dan diperkuat oleh algoritma.
  • Tren tersebut dinilai mengintai dan berpotensi membahayakan jika diikuti tanpa pertimbangan.