Inovasi produk dinilai menjadi kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Kreativitas dalam mengolah kuliner lokal dapat memberi nilai tambah, terutama ketika disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di era modern.
Di Samarinda, pelaku UMKM Devita Mardiana mengembangkan produk kuliner dengan sentuhan inovasi melalui merek “Lauknya Nusantara”. Devita mengatakan perjalanan membangun usaha tersebut tidak berlangsung instan. Ia menyebut nama merek sempat mengalami perubahan hingga dua kali sebelum akhirnya ditetapkan menjadi “Lauknya Nusantara”.
Menurut Devita, pemilihan nama tersebut dimaksudkan untuk merepresentasikan kekayaan kuliner Indonesia. Ia ingin menghadirkan aneka lauk pauk khas Indonesia dalam satu merek.
Devita menjelaskan, usaha ini berawal dari kebiasaan sang ibu yang menekuni dunia kuliner sejak 2007. Produk awal yang dijual adalah sambal dengan kemasan plastik sederhana dan dipasarkan dari pintu ke pintu, termasuk ke lingkungan pertemanan, khususnya di sekitar guru PAUD.
Seiring waktu, Devita mulai melakukan inovasi pada kemasan agar tampil lebih menarik dan sesuai dengan selera pasar modern. Produk yang semula dikemas sederhana kemudian dikemas ulang menggunakan standing pouch, disertai varian rasa yang lebih beragam untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Momentum berikutnya datang saat pandemi Covid-19, ketika kebutuhan masyarakat terhadap makanan praktis meningkat. Dari situ, Devita mengembangkan produk ayam ungkep yang dipasarkan secara daring sebagai pilihan lauk siap masak untuk membantu kebutuhan sehari-hari.
Melihat permintaan yang tinggi, ia kemudian mengubah produk tersebut menjadi makanan beku atau frozen food agar lebih praktis dan tahan lama. Devita menilai format beku memudahkan konsumen dalam penyimpanan serta mempercepat proses penyajian.
Kini, inovasi yang dilakukan disebut berkontribusi pada meningkatnya minat konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Devita menegaskan keberhasilan UMKM erat kaitannya dengan keberanian berinovasi dan kemampuan memahami kebutuhan pelanggan, agar produk tetap relevan di pasar modern.

