Indomie melalui lini Indomie Hype Abis meluncurkan varian terbaru, Mi Nyemek, pada 13 Februari di Jakarta. Peluncuran ini melanjutkan strategi Indomie Hype Abis yang sebelumnya mendapat respons positif lewat varian seperti Ayam Geprek dan Seblak yang masih diproduksi hingga kini.
Senior Brand Manager Indomie PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., Cherie Anisa Nuraini, menjelaskan bahwa lini Hype Abis terinspirasi dari jajanan dan kuliner yang sedang tren. Menurut dia, antusiasme konsumen tinggi karena mereka mencari rasa baru yang tetap terasa familiar.
Pada varian terbaru ini, Indomie mengangkat kreativitas kuliner mi nyemek ala Warmindo (Warung Makan Indomie) dengan sentuhan yang disebut lebih modern, relevan, dan praktis. Indomie menyebut langkah ini sebagai upaya menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda.
Untuk merayakan tren mi nyemek, Indomie menghadirkan acara bertajuk “Indomie Nyemek on The Block”. Acara ini digelar selama tiga hari, 13–15 Februari 2026, di Lobi Piazza, Mall Gandaria City, Jakarta. Indomie menyebut acara tersebut sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan brand, komunitas, legenda lokal Warmindo, dan generasi muda dalam rangkaian pengalaman kuliner, hiburan, serta interaksi digital.
Dalam acara itu, Indomie menghadirkan dua pelaku Warmindo yang disebut legendaris, yakni Bang Agem dari Warmindo Agem Senyum Ketawa, Medan, yang viral lewat mi nyemek ala Banglahdes’e, serta Ibu Siti Artani dari Warmindo Mie Nyemekee Bu Siti, Yogyakarta, yang dikenal sebagai pencipta resep mie nyemek di tempatnya.
Cherie menyatakan Indomie memandang kreativitas kuliner masyarakat sebagai fondasi strategis yang dapat menyatukan dan menginspirasi kolaborasi lebih besar. Melalui “Indomie Nyemek on The Block”, Indomie ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, merayakan inovasi dalam kolaborasi sekaligus mengangkat kreasi mi nyemek khas Warmindo menjadi sensasi nasional.
Rangkaian kegiatan yang dihadirkan antara lain “Legendary Nyemek Experience” berupa pengalaman dimasakkan oleh Bang Agem dan Bu Siti, program “Waktu Indomie Berdendang (WIB)” bersama Nyanyi Bareng Jakarta dan Juicy Luicy, serta sejumlah aktivitas lain seperti spot foto, permainan arcade, tantangan digital, hingga kreasi merchandise.
Indomie juga menyoroti perjalanan kolaborasi dalam pengembangan varian Mi Nyemek. Pada pertengahan 2025, Indomie Hype Abis berkolaborasi dengan Warmindo Agem Senyum Ketawa Medan, pionir menu Mi Banglahdes’e, untuk menghadirkan Indomie Hype Abis Mi Nyemek ala Banglahdes’e. Kolaborasi berlanjut pada akhir tahun bersama Warmindo Mie Nyemekee Bu Siti, Yogyakarta, yang menjadi inspirasi lahirnya Indomie Hype Abis Mi Nyemek ala Jogja.
Bang Agem menyebut kreativitas bisa lahir dari dapur mana pun, termasuk Warmindo. Ia mengaku bangga karena mi nyemek ala Banglahdes’e yang sebelumnya hanya ada di Warmindo kini dapat dinikmati lebih banyak orang, serta berharap kolaborasi semacam ini dapat membantu pelaku UMKM kuliner naik kelas.
Bu Siti juga menyampaikan bahwa mi nyemek baginya merupakan sajian sederhana dengan rasa yang hangat dan gurih. Ia mengaku senang karena kreasi dari Warmindo miliknya bisa diangkat lebih luas tanpa kehilangan ciri khas, sekaligus berharap lebih banyak orang dapat merasakan nyemek ala Jogja dengan cara yang lebih praktis.
Menutup pernyataannya, Cherie mengatakan Indomie mengangkat dua resep kreasi Warmindo sebagai inspirasi inovasi Indomie Hype Abis Mi Nyemek, sekaligus mendorong pemberdayaan pelaku kuliner lokal. Ia menegaskan inspirasi kuliner lokal disebut selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan inovasi Indomie.

