Indomie, merek mi instan yang telah hadir lebih dari 50 tahun di Indonesia, melanjutkan pengembangan produknya dengan menghadirkan beragam cita rasa kuliner Nusantara dalam berbagai varian. Di antaranya Indomie Goreng Spesial, serta varian kuah seperti Soto dan Ayam Bawang.
Untuk melengkapi jajaran produk tersebut, Indomie menghadirkan lini Indomie Hype Abis yang ditujukan mengeksplorasi tren kuliner dan menghadirkan inovasi baru. Melalui lini ini, Indomie menyoroti pengalaman rasa yang lebih berani, unik, dan berbeda dari varian reguler.
Pada pertengahan 2025, Indomie Hype Abis berkolaborasi dengan Warmindo Agem Senyum Ketawa Medan, yang dikenal sebagai pionir menu Mi Banglahdes’e yang sempat viral. Kolaborasi itu melahirkan varian Indomie Hype Abis Mi Nyemek ala Banglahdes’e.
Kerja sama kemudian berlanjut pada akhir tahun dengan Warmindo Mie Nyemekee Bu Siti di Yogyakarta. Dari kolaborasi ini, Indomie menghadirkan varian Indomie Hype Abis Mi Nyemek ala Jogja.
Indomie menyatakan memandang kreativitas kuliner masyarakat sebagai kekuatan penting yang dapat menyatukan sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih luas. Melalui semangat bertumbuh bersama, dua resep kreasi warmindo diangkat sebagai inspirasi inovasi Indomie Hype Abis Mi Nyemek, sekaligus dinilai sebagai upaya mendorong pemberdayaan pelaku kuliner lokal untuk menjangkau pasar nasional.
Menurut Indomie, kehadiran dua varian Mi Nyemek tersebut tidak hanya diposisikan sebagai inovasi rasa, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap kultur warmindo. Indomie juga menyebut langkah ini sebagai bagian dari komitmen mendukung warmindo sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tumbuh bersama masyarakat.
Untuk merayakan tren mi nyemek, Indomie menggelar acara bertajuk “Indomie Nyemek on The Block” pada 13–15 Februari 2026. Acara itu disebut sebagai ruang kolaboratif yang memadukan kreativitas, semangat inovasi, dan eksplorasi rasa.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mi nyemek yang lekat dengan budaya warmindo diperkenalkan ke panggung yang lebih luas. Indomie menilai, sajian yang selama ini dikenal sebagai hidangan sederhana di warung pinggir jalan kini dapat tampil sebagai representasi kreativitas kuliner lokal yang dinikmati lebih banyak kalangan, sekaligus menegaskan bahwa inovasi dapat lahir dari tradisi keseharian masyarakat.

