Kabupaten Kaur tidak hanya dikenal lewat pesona pantainya, tetapi juga kuliner lokal yang kian menarik perhatian wisatawan. Salah satu yang paling banyak diburu adalah ikan asap khas Kaur, yang kerap dijadikan oleh-oleh oleh para pelancong.
Sentra pembuatan ikan asap dapat ditemukan di sejumlah titik, antara lain di kawasan Pantai Hili dan Pantai Tanjung Pandan. Beragam jenis ikan segar seperti tuna, tongkol, hingga ikan pari diolah dengan cara tradisional, menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.
Marni, wisatawan yang mengaku rutin berkunjung ke Kaur, mengatakan dirinya selalu menyempatkan membeli ikan asap setiap datang. Ia menilai pilihan ikannya beragam dan rasanya autentik.
“Ikan asap menjadi salah satu oleh-oleh dan juga makanan favorit saya bersama keluarga. Pilihan jenis ikannya sangat banyak, mulai dari ikan tuna, tongkol, hingga ikan gebur yang sangat lezat,” ujar Marni.
Meningkatnya minat wisatawan turut berdampak pada pedagang lokal, terutama saat periode libur panjang. Jika pada hari biasa penjualan cenderung stabil, permintaan disebut meningkat seiring bertambahnya jumlah kunjungan.
Solihin, salah seorang pedagang ikan asap, menyebut ia menambah persediaan agar dapat melayani pembeli selama libur Lebaran. Ia juga berharap tren kenaikan penjualan berlanjut sepanjang musim liburan tahun ini.
“Biasanya saya hanya menjual sekitar 50 sampai 100 kilogram ikan asap setiap harinya. Namun, selama libur Lebaran ini penjualan meningkat drastis sehingga kami sudah menyiapkan stok yang cukup,” kata Solihin.

