BERITA TERKINI
Hari Gizi Nasional ke-66, Pemkot Tangsel Ajak Warga Perbaiki Pola Makan dan Perkuat Upaya Tekan Stunting

Hari Gizi Nasional ke-66, Pemkot Tangsel Ajak Warga Perbaiki Pola Makan dan Perkuat Upaya Tekan Stunting

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengajak masyarakat lebih bijak memilih makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan kesehatan, bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional ke-66.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Lilis Suryani, mengatakan peran masyarakat penting dalam menjaga pola makan sehat dengan memilih asupan sesuai anjuran pakar gizi. Menurutnya, hal itu menjadi kunci peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional di Aula Blandongan, Jumat, 17 April 2026.

Lilis menambahkan, meski berbagai upaya telah dilakukan, persoalan gizi masih menjadi perhatian. Ia menyebut kasus gizi kurang dan gizi buruk pada anak, serta kekurangan energi kronis pada ibu hamil, masih ditemukan dan perlu menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, menegaskan momentum Hari Gizi Nasional dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting. Ia menyatakan penanganan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Allin juga menyampaikan bahwa secara nasional angka stunting sebelumnya berada di kisaran 10,5 persen. Pemerintah menargetkan penurunan hingga sekitar 7,5 persen pada 2026 melalui berbagai intervensi, baik spesifik maupun sensitif.

Intervensi spesifik dilakukan melalui layanan kesehatan, seperti pemantauan ibu hamil, pemberian makanan tambahan, dan edukasi gizi. Adapun intervensi sensitif mencakup penyediaan akses air bersih, sanitasi, serta perbaikan lingkungan.

Dinas Kesehatan Tangsel turut menjalankan program inovasi “Beraksi” untuk memantau kondisi gizi secara berkelanjutan mulai dari remaja, ibu hamil, hingga balita. Allin menekankan penanganan harus dilakukan dari hulu ke hilir dan tidak bisa parsial.

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum menyatukan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. Ia menegaskan penanganan stunting dan pemenuhan gizi merupakan tugas bersama dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

Saat ini, terdapat sekitar 97 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tangsel. Pemkot terus mendorong agar seluruh SPPG memenuhi standar laik higiene dan meningkatkan kualitas layanan. Pengawasan dilakukan ketat, mulai dari kebersihan lingkungan, kualitas air, hingga proses pengolahan makanan. Pilar menyebut SPPG yang tidak memenuhi standar sempat dihentikan operasionalnya dan direkomendasikan untuk tidak beroperasi.

Pemkot Tangsel menargetkan capaian pemenuhan gizi masyarakat mencapai sekitar 70 persen pada 2026. Pemerintah menyatakan optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi yang kuat.