Hari Gizi Nasional kembali menjadi pengingat pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga Indonesia. Pada 2025, peringatan ini mengusung tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat”, yang menekankan peran pola makan sehat dalam membentuk generasi yang kuat dan produktif.
Tema tersebut hadir di tengah tantangan status gizi yang masih terlihat pada kelompok rentan, terutama balita dan ibu hamil. Mengacu pada data Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023, prevalensi stunting pada balita tercatat 21,5%, sementara wasting (kurus) sebesar 7,4%. Angka ini menunjukkan masih banyak balita yang belum memperoleh asupan gizi cukup dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Situasi serupa juga terlihat pada ibu hamil. SKI 2023 mencatat sekitar 16,9% ibu hamil berada pada risiko kekurangan energi kronis (KEK). Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan janin dan meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), sehingga pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan menjadi perhatian penting.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pola makan seimbang menjadi salah satu kunci. Dalam keluarga, susunan menu harian dianjurkan mencakup karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta buah dan sayur. Sumber karbohidrat kompleks dapat dipilih dari nasi merah, ubi, atau gandum utuh yang kaya serat. Protein dapat dipenuhi dari sumber hewani seperti ikan, daging tanpa lemak, dan telur, serta sumber nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Sementara itu, lemak sehat dapat diperoleh dari minyak zaitun, minyak kelapa murni, atau alpukat, yang berperan dalam membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
Asupan buah dan sayur juga ditekankan, dengan anjuran konsumsi setidaknya lima porsi per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan antioksidan. Selain itu, kecukupan cairan tetap perlu diperhatikan, dengan kebutuhan air putih sekitar 2 liter per hari untuk orang dewasa dan disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.
Pada kelompok bayi dan balita, pemberian ASI menjadi fondasi awal pemenuhan gizi. SKI 2023 mencatat cakupan ASI eksklusif di Indonesia mencapai 68,6%. Meski meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, cakupan ini dinilai masih perlu ditingkatkan.
Memasuki usia enam bulan, bayi membutuhkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi dan sesuai kebutuhan. MP-ASI dianjurkan mengandung karbohidrat, protein, lemak, serta sayuran dalam proporsi seimbang. Dalam memilih MP-ASI, keluarga juga diingatkan untuk menghindari produk instan yang tinggi gula atau garam.
Upaya pemenuhan gizi dapat dilakukan melalui langkah sederhana, termasuk memilih bahan pangan lokal yang segar dan terjangkau, seperti singkong, daun kelor, atau ikan laut. Cara pengolahan juga berpengaruh pada kualitas gizi makanan. Metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang dinilai dapat membantu mempertahankan nutrisi, dibandingkan menggoreng secara berlebihan. Bagi keluarga yang membeli makanan kemasan, kebiasaan membaca label gizi diperlukan untuk memastikan kandungan gula, garam, dan lemak tetap dalam batas aman.
Hari Gizi Nasional 2025 menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa pilihan makanan sehari-hari berpengaruh pada kesehatan jangka panjang. Dengan pola makan yang tepat, keluarga diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. Pada akhirnya, pesan peringatan ini menekankan bahwa upaya membangun generasi sehat dapat dimulai dari dapur, melalui kebiasaan memilih makanan bergizi setiap hari.

