Kenaikan harga komoditas bumbu dapur, terutama bawang merah, mulai dikeluhkan pedagang dan masyarakat di Pasar Kopindo Metro. Lonjakan harga yang terjadi dalam sepekan terakhir membuat konsumen harus menyesuaikan pengeluaran belanja harian.
Seorang pedagang di Pasar Kopindo Metro, Dayat (42), mengatakan harga bawang putih cenderung stabil, sementara bawang merah mengalami kenaikan yang cukup terasa. Ia menyebutkan, bawang putih jenis kating masih berada di angka Rp35.000 per kilogram.
Sementara itu, bawang merah jenis Brebes naik dari harga normal Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. “Ada kenaikan sekitar Rp5.000 untuk bawang merah. Kalau bawang putih harganya masih standar,” ujar Dayat yang telah berjualan selama enam tahun.
Kenaikan tersebut turut memengaruhi kebiasaan belanja konsumen. Ani, salah satu pengunjung pasar, mengaku kini mengurangi jumlah pembelian bawang merah. “Biasanya saya beli langsung sekilo untuk stok di rumah, tapi sekarang harganya naik jadi Rp40.000. Ya, terpaksa dikurangi, beli seperempat atau setengah kilo saja yang penting ada bumbu di dapur,” katanya saat berbelanja.
Ani berharap harga bumbu dapur kembali stabil karena kenaikan harga dinilai berdampak pada pengeluaran lainnya. “Maunya sih harga stabil terus, soalnya kalau bumbu naik, pengeluaran lain jadi ikut keganggu,” ujarnya.
Dayat menilai perubahan pola belanja itu berpengaruh pada omzet pedagang. Menurutnya, pelanggan yang biasanya membeli dalam jumlah besar kini lebih sering membeli eceran. “Pembeli jadi berkurang karena harga tinggi. Biasanya orang beli satu kilo, sekarang paling cuma beli seperempat atau maksimal setengah kilo saja,” keluhnya.
Pedagang dan pembeli di Pasar Kopindo Metro berharap harga bumbu dapur dapat segera turun agar aktivitas jual beli kembali ramai. “Harapannya harga bisa turun lagi supaya pembeli ramai lagi seperti biasa. Kalau murah, orang belinya bisa di atas satu kilo,” pungkas Dayat.

