BERITA TERKINI
Grand Chapitre 2026 di Da Nang: Festival Kuliner yang Memadukan Rasa, Budaya, dan Pengalaman

Grand Chapitre 2026 di Da Nang: Festival Kuliner yang Memadukan Rasa, Budaya, dan Pengalaman

La Chaîne des Rôtisseurs, asosiasi kuliner yang didirikan di Paris pada abad ke-13 dan dibentuk kembali pada 1950, dikenal sebagai salah satu jaringan gastronomi tertua dan terluas di dunia. Organisasi ini menghimpun puluhan ribu anggota di hampir 80 negara, dengan kesamaan pandangan bahwa kuliner bukan sekadar soal profesi di industri makanan dan minuman, melainkan bagian dari budaya dan gaya hidup.

Dalam kalender kegiatannya, Grand Chapitre menempati posisi paling penting bagi setiap cabang. Acara ini merupakan festival kuliner besar yang disertai upacara pengukuhan anggota, namun konsepnya melampaui rangkaian jamuan. Grand Chapitre dirancang sebagai perjalanan pengalaman yang berpusat pada makanan, sekaligus membuka ruang untuk mengenal budaya lokal, masyarakat, dan cerita di baliknya.

Di Vietnam, Grand Chapitre 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Maret di Da Nang. Penyelenggaraan ini menandai kembalinya acara tersebut setelah absen selama empat tahun, serta menarik peserta dari berbagai negara. Sejumlah tamu bahkan datang dari kota-kota yang jauh seperti Vancouver (Kanada) dan San Diego (Amerika Serikat). Kehadiran mereka, meski harus menempuh perjalanan lintas benua, menggambarkan bahwa daya tarik acara ini tidak bertumpu pada skala, melainkan pada kualitas pengalaman yang ditawarkan.

Pemilihan Da Nang disebut bukan kebetulan. Kota di Vietnam tengah ini dinilai memiliki kombinasi keunggulan, mulai dari pemandangan pantai, warisan budaya, keragaman sumber daya, hingga infrastruktur yang mendukung penyelenggaraan agenda internasional. Di sisi lain, kuliner lokal Da Nang dan sekitarnya juga dipandang masih mempertahankan identitas yang kuat, dari makanan jalanan hingga bahan-bahan khas.

Rangkaian program Grand Chapitre di Da Nang dirancang tidak hanya berfokus pada jamuan, tetapi juga pembelajaran berbasis pengalaman. Di Hoi An, peserta mengikuti kelas memasak di STREETS International, sebuah organisasi yang menyediakan pelatihan kejuruan bagi kaum muda kurang beruntung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun keterhubungan dengan komunitas setempat, sekaligus memperkaya pengalaman peserta di luar meja makan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Distillerie d'Indochine, produsen rum di dekat Hoi An. Di lokasi ini, peserta diperkenalkan pada cerita tentang bahan baku, proses produksi, serta orang-orang di balik produk tersebut. Pendekatan tersebut menegaskan filosofi yang diusung acara: kuliner tidak dapat dilepaskan dari konteks budaya dan geografisnya.

Agenda utama dimulai dengan makan malam penyambutan di sebuah restoran atap gedung di Da Nang. Menu yang disusun Chef Olivier Corti mengusung pendekatan fusi, antara lain panekuk gurih Vietnam (banh xeo) yang ditata ulang dengan lobster Norwegia, serta ikan sturgeon panggang yang disajikan dengan kaldu yang mengingatkan pada sup asam. Hidangan-hidangan yang dikenal publik disajikan dengan interpretasi baru, namun tetap mempertahankan karakter Vietnam.

Upacara pelantikan anggota digelar di pantai saat matahari terbenam, pilihan yang disebut jarang dilakukan dalam acara asosiasi di Asia. Ruang terbuka, suara ombak, dan pencahayaan alami membentuk suasana yang berbeda dari format upacara tradisional. Dalam kesempatan ini, hidangan lokal seperti mi Quang dan bun cha disajikan berdampingan dengan menu panggang ala Barat, mencerminkan pertemuan dua tradisi kuliner dalam satu panggung.

Puncak rangkaian acara berlangsung melalui makan malam gala di sebuah hotel mewah di Da Nang, dengan menu multi-hidangan, pilihan anggur, dan suasana formal. Namun, catatan yang menonjol bukan semata kemewahan sajian, melainkan dinamika yang terbentuk setelah tiga hari berbagi pengalaman. Para peserta yang sebelumnya tidak saling mengenal mulai terhubung, berbincang, dan berbagi cerita, sejalan dengan semangat Grand Chapitre.

Acara ditutup dengan makan siang perpisahan di restoran kecil yang mewah. Jumlah tamu yang terbatas menciptakan suasana lebih intim, dengan setiap hidangan disiapkan secara cermat. Bahan-bahan lokal tetap menjadi pusat perhatian, seperti landak laut dari Cu Lao Cham dan ketumbar dari Tra Que, yang diolah dalam gaya modern tanpa meninggalkan kesan otentik.

Selepas rangkaian kegiatan berakhir, kesan yang tersisa tidak hanya tentang rasa, tetapi juga tentang pengalaman: belajar memasak di Hoi An, mengunjungi produsen rum, serta menghadiri upacara di pantai Da Nang. Kenangan-kenangan ini, ketika dibawa pulang dan diceritakan kembali dalam komunitas internasional, dinilai dapat membantu membentuk citra Vietnam dengan cara yang lebih dekat pada pengalaman nyata.