BERITA TERKINI
Gizi Seimbang Jadi Fokus Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting dan Anemia

Gizi Seimbang Jadi Fokus Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting dan Anemia

Penerapan gizi seimbang menjadi fokus utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan unggul. Hal itu disosialisasikan Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris, bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) di Balai Desa Timpik, Kabupaten Semarang, pada Minggu, 15 Februari 2026.

Muh Haris menegaskan, Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Program ini menyasar kelompok rentan, seperti anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan tujuan memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi seimbang.

Dalam keterangannya pada Kamis, 19 Februari 2026, Muh Haris mengatakan program tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang sekaligus menurunkan risiko stunting dan anemia. Ia menyebut, penyediaan makanan bergizi yang aman dan berkualitas diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang serta kecerdasan generasi muda.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program MBG membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, hingga orang tua. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Dengan partisipasi aktif, pengawasan bersama, serta pemanfaatan pangan lokal, Program Makan Bergizi diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan,” kata Muh Haris.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Muh Haris turut menjelaskan pedoman gizi seimbang yang kini menjadi acuan utama dan menggantikan konsep lama empat sehat lima sempurna. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip “Isi Piringku” sebagai panduan konsumsi makanan yang beragam dan bergizi.

Selain asupan makanan, ia mengingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan berat badan secara berkala melalui posyandu maupun unit kesehatan sekolah. Menurutnya, hal-hal tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pemenuhan gizi masyarakat.

Muh Haris menambahkan, Program MBG merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak masyarakat atas pangan yang berkualitas. Ia berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat memastikan program ini memberikan dampak berkelanjutan.

“Ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk mengawal efektivitas program ini,” ujarnya.