Getuk Aneka Rasa Masih Bertahan di Jombang, Dijual di Jalan RE Martadinata

Getuk Aneka Rasa Masih Bertahan di Jombang, Dijual di Jalan RE Martadinata

JOMBANG — Di tengah maraknya jajanan modern, getuk sebagai panganan tradisional masih bisa ditemukan di Kabupaten Jombang. Salah satunya dijajakan di Jalan RE Martadinata.

Minarti, salah satu penjual getuk, mengatakan ia mencoba berkreasi agar getuk tetap diminati. Menurutnya, getuk buatannya hadir dengan aneka rasa seperti vanila dan cokelat. Ia juga menyebut getuk yang dijualnya berbeda dengan getuk yang dicetak menggunakan pertulo.

Perempuan berusia 45 tahun itu menjelaskan, resep getuk yang ia gunakan merupakan warisan keluarga yang sudah turun-temurun sejak 1994. Ia menyebut, dahulu keluarga berjualan di area klenteng sebelum Bioskop Restu tutup. Dari situ pula muncul nama “getuk restu”.

Untuk harga, Minarti mematok Rp 3 ribu per porsi. Dalam sehari, ia mengolah sekitar 15 kilogram singkong. Ia menuturkan usaha berjualan getuk tersebut sudah berjalan lebih dari satu tahun.

Minarti menambahkan, ia dan suaminya ingin melestarikan penganan yang disebutnya legendaris dari orang tua mereka, mengingat keluarga sudah lama berjualan sejak era 1990-an.

Lapak getuk milik Minarti buka mulai pukul 07.00 WIB hingga dagangan habis.