BERITA TERKINI
FTP UB Perkuat Sinergi dengan Alumni lewat Program 100 Alumni Mengajar

FTP UB Perkuat Sinergi dengan Alumni lewat Program 100 Alumni Mengajar

MALANG – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) memperkuat kolaborasi dengan alumni melalui Program 100 Alumni Mengajar. Dalam program ini, FTP UB menggandeng 100 alumni praktisi dari berbagai sektor, mulai industri, pemerintahan, hingga pengusaha, untuk mengajar mahasiswa sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Dekan FTP UB Prof. Yusuf Hendrawan mengatakan program yang mulai dilaksanakan sejak 2024 tersebut mendapat respons tinggi dari alumni maupun mahasiswa. Ia menyebut jumlah alumni yang mendaftar mencapai ratusan orang, meski kuota pendaftaran hanya 100. Dari sisi mahasiswa, kehadiran alumni sebagai pengajar juga menumbuhkan kebanggaan karena mereka belajar langsung dari alumni yang dinilai telah sukses di bidangnya.

“Hal ini membuktikan bahwa antusiasme alumni untuk kembali ke kampus tinggi,” ujar Prof. Yusuf.

Selain berbagi pengetahuan, program ini dinilai membuka peluang pengembangan jejaring secara lebih efisien. Mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai dunia profesional serta membangun koneksi untuk keperluan magang, praktik kerja lapangan (PKL), maupun wawancara kerja. Prof. Yusuf menyebut dukungan alumni menjadi salah satu faktor penting dalam perluasan jejaring tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Yusuf juga menyampaikan sejumlah capaian FTP UB. Ia menyebut FTP UB menjadi fakultas pertama yang memiliki Center of Excellence, yakni pada bidang ubi dan rimpang, bioenergi dan biorefinery, serta bioartificial intelligence, yang diarahkan untuk menghasilkan produk inovasi dan start up hilirisasi.

FTP UB juga disebut sebagai satu-satunya fakultas yang memiliki Corporate Laboratory melalui kerja sama dengan Pupuk Indonesia dan PT Biocare. Selain itu, FTP UB disebut menjadi yang pertama menginisiasi dua asosiasi internasional, yaitu asosiasi sensory dan asosiasi biology.

Dari sisi penguatan teknologi, FTP UB menaruh perhatian pada perkembangan kecerdasan buatan (AI). Hal itu ditunjukkan dengan adanya 2.000 mahasiswa FTP yang memperoleh sertifikasi kompetensi AI internasional melalui kerja sama dengan lembaga di Australia.

Saat ini, FTP UB masih menunggu hasil anugerah Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), yang disebut sebagai level tertinggi zona integritas. Di sisi lain, FTP UB juga menyusun strategi untuk misi internasionalisasi. Salah satu program yang telah berjalan adalah kewajiban dosen FTP untuk mengajar di luar negeri melalui program DGTF (Doktoral Global Teaching Fellowship).

Prof. Yusuf berharap FTP UB dapat terus berkembang, termasuk melalui perluasan Program 100 Alumni Mengajar. Ia menyampaikan harapan agar kuota program tersebut dapat segera ditambah dan alumni terus mendukung FTP UB. “Semoga kuota alumni mengajar cepat bertambah,” tegasnya.