Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) sekaligus anggota DPR RI, Firman Soebagyo, mendorong kuliner khas Pati, Nasi Gandul, agar semakin dikenal luas hingga ke kancah internasional. Upaya tersebut ditandai dengan dukungannya terhadap kehadiran restoran khas Pati di kawasan elit Jakarta sebagai bagian dari kampanye budaya nasional.
Firman menilai Nasi Gandul tidak sekadar hidangan, melainkan identitas masyarakat Pati yang memiliki nilai sejarah panjang. Menurutnya, kuliner itu telah bertahan ratusan tahun sebagai warisan budaya yang perlu dijaga kelestariannya.
“Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga sejarah dan tradisi masyarakat Pati yang harus terus dilestarikan,” kata Firman saat berkunjung ke restoran Nasi Gandul Harmonis di kawasan Senopati, Jakarta, Rabu (22/4).
Dalam kesempatan itu, Firman juga menyampaikan apresiasi kepada pengusaha lokal, Wardoyo, yang membuka usaha di lokasi premium ibu kota. Ia menilai langkah tersebut sebagai investasi strategis dan batu loncatan agar kuliner daerah dapat bersaing di level yang lebih tinggi.
“Keberanian membuka usaha di lokasi strategis dengan investasi besar ini patut diapresiasi. Ini menjadi bagian dari upaya menjadikan kuliner Pati sebagai destinasi utama,” ujarnya.
Selain Nasi Gandul, Firman menyoroti potensi Mangut Kepala Ikan untuk menyusul ke panggung nasional. Ia juga menyampaikan harapan agar menu otentik asal Pati dapat hadir di restoran-restoran Indonesia di luar negeri.
“Kita berharap ke depan nasi gandul bisa dikenal secara internasional, bahkan hadir di berbagai negara,” kata Firman.
Dukungan terhadap pelestarian dan perluasan pengenalan Nasi Gandul juga disampaikan Wakil Kapolri Komjen Pol. Agus Andrianto. Ia memandang Nasi Gandul merepresentasikan karakter masyarakat Jawa yang menjunjung kebersamaan.
“Nasi gandul ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga menggambarkan kehidupan masyarakat yang sederhana, guyub, dan penuh kebersamaan. Ini yang harus kita jaga,” ujar Agus.
Agus turut menilai ekspansi restoran tradisional ke kota-kota besar sebagai strategi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.

