Kota Cirebon menggelar Malam Pentas Seni dan Festival Serabi di Kecamatan Kesambi, Sabtu (20/6/2026). Aroma serabi Cirebon yang dipanggang di atas tungku tanah liat menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian kegiatan yang turut memeriahkan peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599.
Festival Serabi ini disebut sebagai yang pertama kali diselenggarakan di Kota Cirebon. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Kecamatan Kesambi untuk mengangkat kuliner tradisional serabi yang telah diwariskan turun-temurun. Sebanyak 20 pelaku UMKM serabi turut berpartisipasi dengan menyajikan cita rasa khas yang selama ini lekat dengan identitas masyarakat Cirebon.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo menilai kegiatan ini tidak sekadar festival kuliner. Menurutnya, serabi merupakan warisan budaya yang perlu dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Festival Serabi ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kekayaan kuliner tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Serabi bukan hanya makanan khas yang memiliki cita rasa sederhana namun istimewa. Di balik proses pembuatannya tersimpan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, kebersamaan, dan semangat menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa upaya memperkenalkan dan menikmati kuliner tradisional dapat berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat. “Ketika kita terus memperkenalkan, menikmati, dan mempromosikan kuliner tradisional, sesungguhnya kita sedang menjaga akar budaya sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat. Produk lokal yang terus dikembangkan akan menjadi kekuatan daerah dalam mendorong UMKM agar semakin maju, berdaya saing, dan mampu menjadi daya tarik wisata Kota Cirebon,” tuturnya.
Usai menghadiri acara, Effendi Edo mengapresiasi langkah Kecamatan Kesambi yang memilih Festival Serabi sebagai konsep utama peringatan hari jadi di tingkat kecamatan. Selain kuliner, ia menilai Kesambi juga memiliki potensi seni budaya yang besar, terlihat dari penampilan yang menonjolkan kreativitas generasi muda dalam memadukan seni tradisional dengan sentuhan kontemporer.
“Saya senang dengan acara seperti ini karena ingin melihat potensi dari setiap kecamatan. Ternyata potensinya luar biasa. Anak-anak kita memiliki kreativitas yang sangat baik, tidak hanya menampilkan tarian tradisional, tetapi juga mampu memadukannya dengan unsur kontemporer dan modern,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Kesambi Eko Budiyanto menyampaikan rasa syukur atas sambutan masyarakat terhadap Festival Serabi perdana tersebut. Ia mengatakan antusiasme warga terlihat sejak awal acara hingga kawasan penyelenggaraan dipadati pengunjung.
“Baru pertama kali Festival Serabi diadakan di Kota Cirebon dan sejak awal kita sudah melihat begitu banyak masyarakat yang hadir. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pedagang serabi yang berkomitmen ikut menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Eko menjelaskan pemilihan serabi sebagai ikon festival didasari nilai filosofi yang dianggap dekat dengan kehidupan masyarakat Cirebon. “Serabi mengajarkan bahwa hidup membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan proses yang tidak instan. Dari bahan-bahannya yang sederhana lahir cita rasa yang istimewa. Serabi juga menjadi simbol kebersamaan karena sejak dahulu disajikan dalam berbagai acara syukuran dan dinikmati bersama-sama. Filosofi itulah yang ingin kami angkat melalui festival ini,” jelasnya.
Melalui Festival Serabi, Pemerintah Kota Cirebon berharap kuliner tradisional tetap lestari sekaligus semakin dikenal sebagai bagian dari identitas daerah, serta dapat memperkuat sektor pariwisata, menggerakkan UMKM, dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal.

