Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmennya untuk terus menaikkan kelas industri kreatif nasional, termasuk mendorong subsektor kuliner seperti burger agar mampu menembus pasar global.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menghadiri pembukaan “Festival Burger Dunia” di Chillax Sudirman, Jakarta, Kamis (5/6). Acara ini digagas publik figur sekaligus pelaku usaha Aldi Taher, dengan tujuan mengakselerasi daya saing UMKM kuliner agar siap naik level ke kancah internasional.
Dalam sambutannya, Teuku Riefky menilai festival kuliner tidak hanya menjadi tempat menikmati makanan, tetapi juga ruang promosi dan kolaborasi kekayaan intelektual (IP) sebagai bagian dari strategi ekonomi kreatif. Ia menyebut kolaborasi tersebut dapat memberi sentuhan lokal yang unik pada produk kuliner seperti burger agar tetap relevan, memiliki identitas Indonesia, dan diminati generasi muda.
Pembukaan acara ditandai dengan kegiatan “Makan Burger Bareng” bersama para tamu undangan. Menteri Ekraf juga meninjau langsung kreativitas produk lokal serta memastikan intervensi kebijakan kementerian berjalan tepat sasaran.
Menurut Teuku Riefky, kekuatan ekonomi kreatif saat ini banyak lahir dari komunitas dan anak muda yang berkolaborasi dalam suasana yang cair untuk melahirkan ide-ide segar. Ia menekankan bahwa kuliner kini tidak lagi sekadar soal memasak, melainkan industri kreatif besar yang melibatkan branding, konten digital, dan koneksi dengan audiens.
Ia juga menyebut kuliner sebagai subsektor dengan kontribusi terbesar dalam ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan, kuliner menyumbang PDB hingga 40,27 persen atau hampir Rp648 triliun, mencatat investasi dan ekspor yang signifikan, serta menjadi penyerap tenaga kerja tertinggi dengan 15,58 juta pekerja. Lebih dari 57% pekerja di industri ekonomi kreatif disebut didominasi generasi muda berusia di bawah 42 tahun.
Festival berbasis komunitas ini menggandeng kolaborasi dengan beragam IP burger. Meski menghadirkan berbagai IP, setiap merek tetap menonjolkan ciri khas dan keunikan pasarnya masing-masing. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem kuliner nasional sekaligus menjadi wadah promosi dan kolaborasi yang inklusif untuk membuka sirkulasi ekonomi lintas sektor serta memperluas jejaring bisnis industri kreatif.
Aldi Taher menyampaikan harapannya agar Festival Burger Dunia menjadi ruang bersama bagi berbagai pelaku usaha, mulai dari brand besar, UMKM, hingga pedagang kecil. Ia menilai burger merupakan makanan yang dekat dengan berbagai kalangan, dari anak muda hingga keluarga.
Festival Burger Dunia diselenggarakan melalui kerja sama dengan Grab Indonesia lewat program Grab Puas Food Market untuk menyediakan wadah bagi pelaku usaha kuliner lokal dalam meningkatkan visibilitas. Kolaborasi ini juga menghadirkan platform GrabFood Dine Out guna memudahkan transaksi digital bagi pengunjung sekaligus menjembatani mitra UMKM dengan ekosistem digital yang terus berkembang.
Festival yang bebas biaya masuk ini berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Chillax Sudirman. Ajang tersebut menghadirkan 18 jenama kuliner, terdiri atas 17 UMKM dan 1 franchise, untuk merayakan inovasi burger lokal bagi masyarakat urban.

