BERITA TERKINI
Felly Runtuwene Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perbaikan Gizi Anak

Felly Runtuwene Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perbaikan Gizi Anak

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menekankan pentingnya menjadikan perbaikan gizi masyarakat sebagai gerakan bersama untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Felly dalam kegiatan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja yang digelar pada Jumat, 1 Mei 2026, di Jemaat Sagerat Bitung Barat, Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Felly mengapresiasi Badan Gizi Nasional (BGN) atas pelaksanaan sosialisasi yang dinilainya sebagai langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.

Felly menilai kualitas sumber daya manusia Indonesia sangat dipengaruhi oleh upaya menjaga dan memperbaiki status gizi masyarakat sejak usia dini. Karena itu, ia menekankan perlunya kerja sama antara pelaksana program dan orang tua di rumah.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan di bidang gizi nasional, seperti stunting, wasting, dan anemia yang masih banyak dialami ibu hamil serta anak-anak. Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani secara serius melalui kerja sama lintas sektor.

Felly menjelaskan, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat. Dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga disebutnya menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan efektif.

Di sisi lain, Felly menegaskan komitmen DPR RI untuk terus mendukung program peningkatan gizi masyarakat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar kebijakan yang dijalankan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata.

Menutup kegiatan tersebut, Felly mengajak masyarakat menjadikan perbaikan gizi sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045.