BERITA TERKINI
ESB Gelar Kopdar Racik Bisnis F&B di Bali, Dorong Pelaku Usaha Kuliner Tingkatkan Efisiensi Lewat Digitalisasi

ESB Gelar Kopdar Racik Bisnis F&B di Bali, Dorong Pelaku Usaha Kuliner Tingkatkan Efisiensi Lewat Digitalisasi

PT Esensi Solusi Buana (ESB) menggelar kegiatan Kopdar Racik Bisnis F&B di Bali dalam rangka roadshow nasional bertajuk “Meramu Strategi Tepat, Bisnis Kuliner Semakin Kuat”. Program ini dirancang sebagai forum edukasi yang memadukan diskusi, mentoring, serta berbagi pengalaman bagi pemilik usaha makanan dan minuman.

Setelah sebelumnya digelar di Bandung dan menarik lebih dari 1.000 pelaku usaha kuliner, Bali dipilih sebagai kota kedua karena dinilai memiliki potensi besar sekaligus tantangan tersendiri. Sebagai destinasi wisata internasional, Bali mempertemukan pelaku usaha lokal dengan merek global, di tengah perubahan perilaku konsumen dan tekanan terhadap daya beli.

Co-Founder & CEO ESB Gunawan mengatakan perubahan pola konsumsi membuka peluang bagi pelaku usaha yang mampu beradaptasi cepat. Menurutnya, masyarakat dan wisatawan di Bali masih aktif berkuliner di luar rumah, namun lebih selektif dalam menilai kesesuaian harga dan kualitas yang didapat. Di sisi lain, fluktuasi harga bahan baku global dinilai dapat menggerus margin keuntungan.

Gunawan menilai pengelolaan operasional secara manual memiliki keterbatasan untuk merespons pasar yang bergerak cepat. Karena itu, ia menekankan pentingnya digitalisasi operasional berbasis data real-time sebagai fondasi menjaga ketahanan bisnis dan keberlanjutan usaha di tengah kompetisi.

Kegiatan ini berlangsung di tengah tantangan ekonomi yang turut memengaruhi industri F&B. Meski ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026, jumlah masyarakat kelas menengah disebut terus menurun. Kondisi ini memicu perubahan pola konsumsi yang dikenal sebagai Lipstick Effect, yakni kecenderungan mengurangi pengeluaran besar namun tetap menyisihkan anggaran untuk hiburan sederhana, termasuk menikmati kopi dan kuliner.

Tren tersebut tercermin dari proyeksi konsumsi kopi domestik Indonesia periode 2026/2027 yang diperkirakan meningkat menjadi sekitar 4,83 juta kantong atau setara sekitar 290 ribu ton. Data ini menunjukkan permintaan pasar dinilai tetap tinggi meski pelaku usaha menghadapi kenaikan harga bahan baku.

Di Bali, sektor pariwisata juga dinilai masih menjadi penopang industri kuliner. Pemerintah Provinsi Bali mencatat penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) hingga Mei 2026 mencapai sekitar Rp2,89 triliun, meningkat sekitar Rp300 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi indikator aktivitas sektor hospitality yang disebut masih tumbuh positif.

Dalam kegiatan ini, ESB memperkenalkan tiga solusi digital terintegrasi untuk membantu efisiensi operasional, yakni ESB POS untuk pengelolaan transaksi kasir, ESB Order sebagai sistem pemesanan mandiri berbasis QR Code, serta ESB Core (ERP) untuk memantau stok dan inventaris secara real-time guna mengurangi pemborosan bahan baku.

Pemilik Kopi Jenar, Mas Munir, menyampaikan digitalisasi operasional membantunya mengatasi persoalan pencatatan stok. Ia menilai ramainya kunjungan wisatawan tidak otomatis menghasilkan keuntungan bila terjadi kebocoran operasional. Munir mengatakan, integrasi ESB POS dan ESB Core (ERP) membuat setiap penjualan tercatat dan stok terpotong secara presisi, sehingga waste dapat terlihat dan laporan penjualan bisa dipantau melalui ponsel.

Founder 2080 Burger, Heru Dwi Soesilo, juga menilai sistem pemesanan digital membantu mempercepat layanan, terutama saat musim liburan atau jam sibuk. Ia menyebut ESB Order memungkinkan pelanggan memesan dan membayar melalui pemindaian QR dan e-wallet, sehingga waktu antrean dapat berkurang dan perputaran meja meningkat tanpa menambah mesin kasir. Menurutnya, teknologi tersebut tidak mengurangi kehangatan hospitality, karena staf memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan pengunjung.

Kopdar Racik Bisnis F&B menjadi kota kedua dari rangkaian roadshow ESB di 10 kota sepanjang 2026, yang akan berlanjut ke sejumlah daerah lain, mulai dari Medan hingga Makassar. Dalam penyelenggaraannya, ESB menggandeng komunitas bisnis seperti PKID, TDA, dan asosiasi kuliner daerah, serta didukung mitra strategis, antara lain BCA sebagai mitra pembayaran, GoApp untuk solusi customer relationship management (CRM) berbasis kecerdasan buatan, serta IWARE sebagai penyedia perangkat keras pendukung operasional.

Menutup kegiatan, Gunawan menegaskan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting bagi keberlanjutan usaha kuliner di tengah persaingan. Ia menyebut pengelolaan dan pemanfaatan data operasional kini menjadi salah satu kunci selain produktivitas dapur, serta mendorong pelaku usaha menyelaraskan kembali sistem internal agar mampu menjaga stabilitas margin dan meningkatkan daya saing.