Undangan halalbihalal biasanya mulai ramai berdatangan setelah Lebaran. Di tengah tradisi silaturahmi yang identik dengan hidangan beragam, masyarakat kerap dihadapkan pada tantangan menjaga pola makan agar berat badan tetap stabil.
Ahli gizi asal Kalimantan Timur, Fitriyah Noor Aini Abdullah, membagikan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan saat menghadiri berbagai acara halalbihalal.
Pertama, Fitriyah menyarankan untuk tetap makan dalam porsi kecil, tetapi dengan frekuensi yang teratur. Cara ini dinilai dapat membantu menyiasati melimpahnya pilihan makanan, terutama ketika musim halalbihalal berlangsung bersamaan dengan aktivitas hari kerja.
Kedua, ia mengingatkan pentingnya memperbanyak porsi sayuran serta membatasi asupan karbohidrat. Serat dari sayur dan buah dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, serat juga disebut berperan membantu memecah kolesterol jahat yang kerap terdapat pada makanan bersantan yang sering tersaji saat Lebaran.
Ketiga, Fitriyah meminta masyarakat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan. Dalam anjuran tersebut, batas maksimal harian adalah empat sendok makan gula, satu sendok teh garam, dan lima sendok makan lemak.
Keempat, pemenuhan cairan tubuh juga perlu dijaga. Fitriyah menyarankan agar rutin minum minimal delapan gelas air putih setiap hari.
Selain langkah-langkah tersebut, Fitriyah turut mengingatkan pentingnya kembali menerapkan pola makan seimbang setelah Lebaran dengan mengikuti pedoman Kementerian Kesehatan, yakni Isi Piringku. Dalam pedoman itu, setengah piring diisi sayur dan buah, seperempat piring diisi makanan pokok sumber karbohidrat seperti nasi, jagung, kentang, ubi, atau mi, dan seperempat piring sisanya diisi lauk pauk sumber protein, baik hewani seperti ikan, ayam, dan telur maupun nabati seperti tempe dan tahu.

