BERITA TERKINI
Empat Pilar agar Anak Tidak Mudah Sakit: Imunisasi, Gizi Seimbang, Stimulasi, dan PHBS

Empat Pilar agar Anak Tidak Mudah Sakit: Imunisasi, Gizi Seimbang, Stimulasi, dan PHBS

Menjaga kesehatan anak menjadi tantangan bagi orang tua, terutama karena sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang. Dokter anak dari RSAB Harapan Kita, dr. Tiara Nien Paramita, menyebutkan anak usia balita umumnya dapat mengalami infeksi ringan sekitar 8–12 kali dalam setahun. Meski masih tergolong normal, kondisi ini tetap perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Ia mengingatkan sejumlah penyakit seperti pneumonia, diare, hingga sepsis masih menjadi ancaman kesehatan pada anak. Karena itu, upaya pencegahan sejak dini dinilai penting dilakukan di rumah.

Menurut dr. Tiara, ada empat pilar utama yang bisa diterapkan agar anak tidak mudah sakit, yakni imunisasi, gizi seimbang, stimulasi perkembangan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

1. Imunisasi lengkap untuk perlindungan optimal
Imunisasi disebut sebagai salah satu cara paling efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi berbahaya. Melalui imunisasi, tubuh anak membentuk kekebalan sehingga risiko sakit dapat ditekan, bahkan dicegah sepenuhnya.

Sejumlah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi antara lain polio, tuberkulosis (TBC), difteri, pertusis, tetanus, campak, pneumonia, serta diare akibat rotavirus. Selain melindungi individu, imunisasi juga berperan dalam membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang membantu menekan penyebaran penyakit di masyarakat.

2. Gizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh
Pemenuhan nutrisi menjadi fondasi penting bagi kesehatan anak. Proses ini dimulai dari pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, dilanjutkan dengan MPASI, hingga anak dapat mengonsumsi makanan keluarga.

Asupan gizi seimbang berperan dalam memperkuat sistem imun sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

3. Stimulasi perkembangan yang tepat
Stimulasi dinilai tidak hanya berpengaruh pada kecerdasan, tetapi juga kesehatan anak secara keseluruhan. Aktivitas yang merangsang kemampuan motorik, bahasa, sosial, dan emosional membantu anak tumbuh sesuai tahapan usianya.

Orang tua dapat memberikan stimulasi melalui kegiatan sederhana, seperti bermain, membaca, serta berinteraksi aktif dengan anak setiap hari.

4. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Kebiasaan hidup bersih menjadi kunci dalam pencegahan penyakit. Mengajarkan anak mencuci tangan dengan sabun, membiasakan konsumsi buah dan sayur, rutin beraktivitas fisik, serta menjaga kebersihan lingkungan dapat menurunkan risiko infeksi.

Selain itu, orang tua juga perlu memastikan lingkungan rumah bebas asap rokok, serta memiliki akses air bersih dan sanitasi yang layak.

Dengan menerapkan empat pilar tersebut—imunisasi lengkap, gizi seimbang, stimulasi yang tepat, dan PHBS—orang tua dapat membantu anak tumbuh lebih sehat dan tidak mudah sakit. Kebiasaan baik yang dibangun sejak dini juga dapat menjadi fondasi kesehatan jangka panjang hingga anak dewasa.