Usaha mikro kuliner lokal kembali menunjukkan daya tahannya. Elsambal, produk sambal rumahan milik Elsa, disebut mampu bertahan dan berkembang sejak dirintis pada masa pandemi COVID-19 hingga kini telah menembus pasar ritel modern di Pontianak.
Elsa menjelaskan, ide usaha tersebut muncul pada awal pandemi tahun 2021 ketika aktivitas kerja dilakukan dari rumah. Waktu luang yang ada ia manfaatkan sebagai peluang untuk memulai usaha bersama rekannya di Palangkaraya.
“Berawal dari COVID, saya belajar melihat keadaan dari sisi positif. Kalau fokus ke negatif, ide tidak akan muncul,” ujar Elsa saat menjadi narasumber di acara Teras UMKM RRI Pro 4 Pontianak, Selasa, 10 Februari 2026, yang dipandu Budiman Taher.
Pada tahap awal, Elsambal dipasarkan secara sederhana melalui WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Seiring berjalannya waktu, Elsa melanjutkan usaha secara mandiri dan melakukan pergantian nama produk hingga menetapkan merek Elsambal, yang dinilai lebih mudah diingat dan melekat di hati konsumen.
Elsambal dikenal sebagai sambal tanpa bahan pengawet. Produk ini memiliki daya simpan hingga dua bulan pada suhu ruang, dan lebih lama bila disimpan di dalam kulkas. Elsa menyebut proses produksi dilakukan dengan teknik khusus, termasuk memasak bumbu dasar selama sekitar 2,5 jam.
“Sambal saya tidak pakai tomat, supaya lebih tahan lama. Semua dibuat dari cabai dan rempah segar,” kata Elsa.
Saat ini, varian yang paling diminati konsumen adalah sambal baby cumi dan sambal teri. Elsa menyampaikan, mayoritas konsumennya berasal dari kalangan anak muda yang menyukai makanan praktis.
“Ini sambal tapi sekaligus lauk. Cukup dengan nasi dan lalapan, sudah enak dan ekonomis,” ujarnya.
Selain sambal, Elsa juga mengembangkan produk camilan tradisional kembang goyang sejak 2023. Produk tersebut berangkat dari nostalgia masa kecil dan tingginya permintaan pasar. Menurut Elsa, penjualan kembang goyang turut membantu pengadaan peralatan produksi sambal berkapasitas lebih besar.
“Dari kembang goyang itulah saya bisa beli alat besar untuk produksi sambal. Mereka seperti saling mendukung,” ucapnya.
Kini, produk Elsambal dan kembang goyang telah memiliki izin edar dan sertifikat halal, serta dipasarkan di sejumlah swalayan dan toko oleh-oleh di Pontianak. Elsa berharap, usaha yang dijalankannya dapat berkembang sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Mimpi saya besar, bukan hanya jualan, tapi bisa membuka peluang kerja untuk orang lain,” tutur Elsa.

