REMBANG — Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, gizi yang cukup dan seimbang berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi muda.
Sosialisasi tersebut digelar pada Selasa (17/02/2026) dan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Rembang, Korwil MBG, Korcam MBG, Forkopimcam, SPPG, serta masyarakat.
Edy menjelaskan, Program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga memuat edukasi mengenai pola makan sehat. Ia menilai pemenuhan gizi sejak masa pertumbuhan perlu menjadi prioritas bersama.
“Gizi yang cukup dan seimbang akan menentukan kualitas SDM kita ke depan. Anak yang sehat dan cerdas adalah modal utama pembangunan nasional,” kata Edy.
Ia juga menyebut Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam kualitas SDM jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan, termasuk Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Karena itu, ia menilai investasi gizi merupakan langkah jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan belajar dan produktivitas anak.
“Kualitas SDM kita kalah jauh dibandingkan Singapura, untuk itu diperlukan investasi gizi agar dapat meningkatkan kemampuan belajar dan produktivitas,” ujarnya.
Program MBG merupakan program nasional yang menargetkan puluhan juta penerima manfaat, termasuk siswa, ibu hamil, dan balita. Disebutkan, hingga saat ini 60 juta penerima telah mendapatkan manfaat makanan bergizi secara rutin sebagai upaya menekan angka malnutrisi dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Meski demikian, pelaksanaan program di lapangan juga menghadapi tantangan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kasus keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah, meskipun persentasenya dinilai sangat kecil.
Edy mengimbau setiap SPPG, termasuk di Kabupaten Rembang, untuk memperhatikan kualitas makanan agar tidak menimbulkan kasus keracunan. “Untuk SPPG, termasuk di Rembang untuk benar-benar memperhatikan kualitas makanan, supaya tidak terjadi keracunan,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan sejumlah peserta tampak aktif menanyakan berbagai persoalan yang muncul terkait program MBG.
Menutup kegiatan, Edy berharap program MBG dapat mendukung lahirnya generasi penerus yang cerdas dan berdaya saing.

