Dzikir Kebangsaan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam (1/8/2017) di Istana Negara diharapkan dapat memperkuat rasa cinta tanah air. Cinta tanah air dinilai merupakan bagian dari ukhuwah wathoniyah atau persaudaraan bangsa.
Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW), KH Musthofa Aqil Siradj, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan membuat rasa kebangsaan semakin kokoh. “Kami berharap melalui acara Dzikir Kebangsaan, rasa cinta tanah air makin kokoh,” ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Kempek Cirebon itu juga menyebut mencintai tanah air berkaitan dengan keimanan, yang kerap dirujuk sebagai hubbul wathon minal iman.
Pentingnya negara aman bagi ketenangan beribadah
Menurut Musthofa Aqil, mencintai negara memiliki arti penting karena keamanan dan kedamaian suatu negara dapat menguatkan rasa keimanan seseorang. Ia menilai, ketika negara aman dan damai, masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang.
Ia juga menyinggung konteks sejarah pada masa Rasulullah SAW. Musthofa Aqil menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW menginginkan adanya tanah air atau negara, sehingga melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah, agar dapat mengembangkan dakwah Islam.
Rencana kehadiran dan penyelenggaraan
Dzikir Kebangsaan di Istana Negara direncanakan dihadiri sekitar 2.000 orang, terdiri dari alim ulama, tokoh nasional, tokoh masyarakat, budayawan, dan unsur lainnya. Kegiatan ini merupakan agenda MDHW yang diselenggarakan bekerja sama dengan pihak Istana Negara.
Tentang MDHW
MDHW merupakan majelis yang diinisiasi oleh KH Ma’ruf Amin, yang saat itu menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia sekaligus Rais Aam PBNU. Majelis ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 13 Juli 2017 di Hotel Borobudur.
- Presiden Joko Widodo: Dewan Pembina
- KH Ma’ruf Amin: Dewan Penasihat
- KH Musthofa Aqil Siradj: Ketua Umum
- Hery Haryanto Azumi: Sekretaris Jenderal

