BERITA TERKINI
DPRD Berau Nilai Penanganan Stunting Perlu Fokus pada Air Bersih dan Sanitasi

DPRD Berau Nilai Penanganan Stunting Perlu Fokus pada Air Bersih dan Sanitasi

Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Berau dinilai tidak dapat hanya mengandalkan intervensi gizi. Persoalan mendasar seperti ketersediaan air bersih dan sanitasi disebut menjadi faktor penting yang perlu dibenahi secara serius karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto, Sabtu (18/4/2026), menegaskan kondisi lingkungan memiliki dampak besar terhadap risiko stunting. Menurutnya, keterbatasan akses air bersih serta sanitasi yang tidak layak dapat memicu berbagai penyakit yang pada akhirnya berujung pada stunting.

“Air bersih dan sanitasi itu sangat berpengaruh. Kalau tidak tersedia dengan baik, dampaknya langsung ke kesehatan anak,” kata Dedy. Ia menyampaikan masih ada sejumlah kampung di Berau yang belum memiliki akses memadai terhadap air layak konsumsi.

Dedy menilai kondisi tersebut perlu segera diatasi melalui program lintas sektor. Upaya yang didorong mencakup pembangunan infrastruktur hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain faktor lingkungan, ia juga menyoroti melemahnya peran pos pelayanan terpadu (posyandu) di beberapa wilayah. Padahal, posyandu memiliki fungsi strategis untuk memantau pertumbuhan balita serta memberikan edukasi bagi ibu hamil dan menyusui.

“Posyandu ini ujung tombak. Harus diaktifkan kembali dan didukung anggaran yang memadai,” ujarnya. Dedy menekankan penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari sektor kesehatan, pekerjaan umum, hingga pemberdayaan masyarakat agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ia juga menilai keterlibatan masyarakat penting, khususnya kader posyandu dan aparat kampung, untuk memperkuat pencegahan. Edukasi mengenai pola asuh anak, pemenuhan gizi seimbang, serta kebersihan lingkungan disebut perlu terus digencarkan.

Dengan pendekatan terpadu dan berkelanjutan, Dedy menyatakan optimistis angka stunting di Berau dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke depan. “Kalau semua bergerak bersama dan berkelanjutan, kita yakin stunting bisa ditekan,” katanya.