SURABAYA — Momen Lebaran kerap identik dengan beragam hidangan khas, seperti ketupat, rendang, opor ayam, hingga aneka kue kering. Namun, sejumlah menu tersebut umumnya mengandung kalori, lemak, dan gula yang cukup tinggi sehingga perlu dikonsumsi dengan lebih hati-hati agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Lailatul Muniroh, mengatakan masyarakat tetap dapat menikmati hidangan Lebaran selama mampu mengatur porsi dan frekuensi konsumsi. Menurut dia, pola makan yang aman dan seimbang saat Lebaran tetap perlu mengikuti prinsip “isi piringku”.
Panduan gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan RI itu menekankan keseimbangan antara karbohidrat, protein, sayur, buah, serta kecukupan cairan dalam satu kali makan. Lailatul menjelaskan, sumber karbohidrat dapat berasal dari ketupat atau nasi, sementara sumber protein dapat berupa daging, ayam, atau telur.
Di sisi lain, sayur dan buah berperan penting untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh. Ia menilai, saat Lebaran masyarakat sering kali terlalu fokus pada makanan bersantan atau kue manis, sementara konsumsi sayur dan buah justru berkurang. Padahal, kedua jenis makanan tersebut penting untuk membantu pencernaan sekaligus menjaga keseimbangan gizi.
Lailatul juga mengingatkan, konsumsi makanan khas Lebaran secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, seperti kenaikan berat badan, peningkatan kadar kolesterol, gangguan pencernaan seperti kembung atau mual, hingga lonjakan gula darah, terutama bagi penderita diabetes. Ia menambahkan, kue kering yang tinggi gula dapat meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan rasa kenyang yang cukup.
Untuk menjaga pola makan selama momen silaturahmi, Lailatul menyarankan masyarakat mengutamakan makanan utama sebelum mencicipi kue kering. Ia juga menganjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, membatasi makanan bersantan dan berlemak, mencukupi kebutuhan air putih, serta menghindari makan berlebihan saat berkunjung ke beberapa rumah.
Menurut dia, menikmati hidangan khas Lebaran tetap diperbolehkan, tetapi perlu diimbangi dengan menjaga porsi dan tidak berlebihan. “Silaturahmi jalan, hidup sehat harus,” ujarnya.

