Universitas Negeri Malang (UM) kembali menjalankan riset kolaboratif lintas negara melalui penelitian tentang penerapan green manufacturing pada UMKM kuliner. Riset ini didanai melalui skema Equity Research–QSS dan diarahkan untuk mendorong praktik bisnis yang lebih berkelanjutan di era digital.
Penelitian dipimpin Sri Handayani, S.Pd., M.Pd., Ph.D. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM bersama Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd., Dr. Ahmad Nurabadi, S.Pd., M.Pd., dan Khofifatu Rohmah Adi, S.Pd., M.Pd. Tim juga menggandeng Anusuiya Subramaniam, Ph.D. dari Universiti Putra Malaysia sebagai mitra internasional.
Kolaborasi tersebut disebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas penelitian sekaligus membuka peluang publikasi pada jurnal bereputasi internasional. Riset berlangsung pada Oktober 2025 hingga Mei 2026 dengan fokus pada UMKM kuliner di wilayah Malang Raya.
Studi ini mengusung judul Mixed Methods Analysis: Implementasi Green Manufacturing bagi UMKM Kuliner dalam Mendukung Circular Economy: Mediasi Peran Pendidikan Ekonomi terhadap Digital Skill Gap dan Keberlanjutan Usaha. Tim peneliti memetakan keterkaitan antara pendidikan ekonomi, kesenjangan keterampilan digital, praktik bisnis ramah lingkungan, dan keberlanjutan usaha.
Sri Handayani menilai tantangan dunia usaha tidak lagi terbatas pada peningkatan keuntungan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Dalam konteks itu, penerapan green manufacturing dipandang relevan bagi UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan.
Melalui riset ini, pelaku UMKM didorong menerapkan sejumlah praktik ramah lingkungan, seperti pengelolaan limbah yang lebih efektif, efisiensi penggunaan energi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses bisnis. Praktik tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi usaha sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi UMKM kuliner dan faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan usaha.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan green manufacturing berdampak positif terhadap keberlanjutan usaha. Analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) juga menunjukkan pendidikan ekonomi berperan penting dalam mengurangi kesenjangan keterampilan digital yang masih banyak dihadapi pelaku UMKM.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan literasi ekonomi dan kemampuan digital dapat mempercepat transformasi bisnis hijau. Keberhasilan UMKM, menurut riset ini, tidak hanya ditentukan oleh produk yang dijual, tetapi juga kemampuan pelaku usaha beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan keberlanjutan.
Penelitian ini juga dikaitkan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 mengenai pertumbuhan ekonomi yang inklusif, SDG 9 terkait inovasi dan industri, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Selama proses riset, tim melibatkan pelaku UMKM di Jawa Timur sebagai mitra. Rahmad Hardiyanto, pendiri Bumiaji Sejahtera, menyampaikan bahwa penerapan bisnis ramah lingkungan sudah menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha. “Pelaku UMKM perlu mulai beradaptasi dengan praktik usaha ramah lingkungan agar bisnis tetap bertahan dan memiliki daya saing jangka panjang,” ujarnya.
Penelitian juga melibatkan Oktavian Dwi Suhermanto, pemilik Simancoffeekwb, yang berbagi pengalaman terkait pengembangan inovasi digital dan strategi keberlanjutan dalam bisnis kuliner.
Sebagai tindak lanjut, tim peneliti melakukan finalisasi luaran riset bersama mitra internasional di Universiti Putra Malaysia pada 13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penyempurnaan publikasi ilmiah sekaligus penguatan jejaring riset global.
Sri Handayani berharap hasil penelitian dapat menjadi referensi bagi pengembangan UMKM kuliner yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Ia menegaskan riset ini diarahkan untuk menghadirkan sinergi antara pendidikan, inovasi teknologi, dan praktik bisnis berkelanjutan dalam mendukung penguatan UMKM Indonesia menuju ekonomi hijau dan pencapaian SDGs.

