Industri donat dan pastry di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Munculnya berbagai merek baru dengan konsep gerai yang segar serta menu inovatif turut memperketat persaingan di pasar kuliner.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku usaha semakin gencar memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen, terutama generasi muda. Donat Enter menjadi salah satu pemain yang mencoba bersaing dengan menggabungkan keunikan produk dan harga yang tetap kompetitif.
Operational Manager Donat Enter, Wina, menyampaikan bahwa diferensiasi produk menjadi faktor penting agar sebuah merek tetap bertahan di industri makanan dan minuman. Menurutnya, ciri khas yang tidak dimiliki pesaing dapat menjadi kunci untuk menarik minat pembeli.
Pernyataan itu disampaikan Wina saat ditemui di gerai terbaru Donat Enter di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta Selatan. Ia menjelaskan bahwa inovasi rasa dan tekstur menjadi fokus utama dalam pengembangan menu.
Selain mengandalkan produk, Donat Enter juga menonjolkan aspek visual gerai. Dalam persaingan kuliner modern, pengalaman estetika dinilai ikut menentukan ketertarikan konsumen, tidak hanya soal rasa. Karena itu, desain interior gerai dibuat agar nyaman sekaligus menyediakan spot foto bagi pengunjung.
Beberapa elemen yang ditonjolkan antara lain penggunaan palet warna cerah untuk membangun kesan ceria serta ilustrasi karakter khas melalui mural yang memperkuat identitas visual gerai. Strategi ini ditujukan untuk menarik perhatian di tengah budaya berbagi momen di media sosial, sehingga pelanggan dapat ikut mempromosikan produk melalui unggahan mereka.
Meski awalnya menargetkan segmen Milenial dan Gen Z, Donat Enter menyebut gerai di PIM 3 juga diminati segmen keluarga. Dengan tagline “Nanti Ketagihan”, Donat Enter menyatakan optimistis dapat memperluas jangkauan pasar di Jakarta.

