Dr. Andik Wijaya menceritakan pengalamannya menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) setelah hasil pemeriksaan menunjukkan angkanya berada di kisaran 100 hingga 120 mg/dL. Sebagai dokter, ia memahami bahwa rentang tersebut dapat menjadi peringatan terkait risiko penyakit jantung koroner. Alih-alih panik, ia memilih mengubah pola makan secara menyeluruh.
Setelah beberapa bulan menjalani perubahan tersebut, LDL Dr. Andik dilaporkan turun ke angka 47 hingga 61 mg/dL. Penurunan itu ia capai dengan menata menu harian, bukan melalui obat mahal atau suplemen tertentu.
Menurut kisah yang dibagikan, perubahan utama yang dilakukan Dr. Andik adalah beralih ke pola makan berbasis nabati (plant-based diet). Ia rutin mengonsumsi oatmeal pada pagi dan malam hari, dengan topping lima jenis kacang: kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedelai, dan kacang tolo. Ia juga menambahkan buah-buahan segar sesuai musim sebagai pelengkap.
Kombinasi oatmeal dan kacang-kacangan dipilih agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi meski porsi makanan hewani ditekan. Dr. Andik memperkirakan konsumsi makanan hewani hanya sekitar 5 persen dari total asupan, sementara 95 persen lainnya berasal dari sumber nabati yang dinilai kaya serat, protein nabati, dan lemak sehat.
Ia menyebut perubahan tersebut berawal dari studi tentang penyakit jantung koroner yang dipelajarinya dari YADA Institute. Dari bukti-bukti yang ia pelajari, pola makan nabati disebut dapat menurunkan kadar LDL sekaligus mengurangi peradangan pada pembuluh darah.
Selain jenis makanan, konsistensi menjadi bagian penting dari pendekatan yang ia jalani. Dr. Andik tidak hanya mencoba dalam waktu singkat, tetapi mempertahankan menu yang sama setiap hari, pagi dan malam, selama berbulan-bulan. Bagi sebagian orang, pola makan yang repetitif bisa terasa membosankan, namun ia menilai hasil yang dirasakan lebih penting daripada variasi rasa.
Kisah ini juga menyoroti bahwa perubahan pola makan membutuhkan komitmen dan waktu. Tubuh perlu beradaptasi sebelum perubahan pada kadar kolesterol terlihat. Namun, ketika hasil mulai muncul, motivasi untuk mempertahankan kebiasaan baru dapat meningkat.
Pengalaman Dr. Andik disebut dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat yang khawatir dengan kolesterol. Ia menekankan bahwa perubahan tidak harus langsung drastis. Langkah awal bisa dimulai dengan menambah porsi sayur dan kacang-kacangan, mengurangi makanan tinggi lemak jenuh, serta mengganti camilan kurang sehat dengan buah segar. Konsistensi dalam perubahan kecil dinilai berperan dalam menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

