Dokter spesialis gizi Christopher Andrian mengatakan kunci diet sehat bukanlah menghindari karbohidrat sepenuhnya, melainkan mengatur porsi dan kombinasinya dalam menu harian. Menurut dia, masih banyak orang yang keliru menganggap karbohidrat sebagai penyebab utama kenaikan berat badan.
Christopher menjelaskan, secara harfiah diet adalah pola atau asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Ia menilai persoalan di Indonesia bukan terletak pada keberadaan karbohidrat, melainkan pada porsinya yang kerap berlebihan.
“Masalahnya di Indonesia, karbohidrat punya reputasi buruk karena porsinya yang berlebihan. Isi piring bisa 70-80 persen karbohidrat,” ujarnya, dikutip Antara, Rabu (13/5).
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering mencampur beberapa sumber karbohidrat dalam satu kali makan. Christopher memberi contoh sarapan nasi uduk yang dilengkapi bakwan, bihun goreng, dan kentang balado.
Menurutnya, kombinasi seperti nasi, mi, dan gorengan membuat asupan dalam satu porsi makan didominasi karbohidrat. Kebiasaan lain yang ia sebut adalah mengonsumsi roti dengan selai manis. Ia menilai pola makan semacam itu dapat memicu lonjakan kolesterol dan gula darah.

