Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong lahirnya wirausaha baru melalui program pelatihan keterampilan berbasis masyarakat. Salah satu program yang dijalankan adalah pelatihan tata boga yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau di sejumlah kecamatan.
Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan mengolah makanan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kuliner.
Kepala Bidang Perluasan dan Penempatan Kerja Disnakertrans Berau, Dewi Rakhmasari, mengatakan pelatihan tata boga merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Menurutnya, pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis memasak, tetapi juga memahami cara mengelola usaha secara berkelanjutan.
“Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola usaha yang nantinya berdampak pada peningkatan hasil usaha masyarakat yang belum terbina, sehingga mereka bisa menjadi lebih tangguh dan mandiri,” ujar Dewi.
Ia menjelaskan, materi pelatihan turut mencakup kemampuan manajerial dan kewirausahaan. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu melihat peluang usaha dan mengembangkan bisnis kuliner secara mandiri.
Disnakertrans Berau menilai sektor kuliner masih memiliki potensi besar untuk berkembang di daerah. Karena itu, pelatihan keterampilan seperti tata boga dipandang dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menekan angka pengangguran.
“Dengan adanya keterampilan yang dimiliki peserta, diharapkan bisa menunjang ekonomi keluarga dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pada akhirnya kesejahteraan masyarakat secara merata dapat terwujud,” katanya.
Pelatihan tata boga telah dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Berau, dengan pelaksanaan yang disesuaikan kebutuhan dan usulan masyarakat di masing-masing wilayah.
Selain pelatihan, Disnakertrans juga berupaya membantu peserta melalui dukungan peralatan usaha sebagai modal awal setelah pelatihan. Namun, realisasi bantuan tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran.
Meski demikian, Dewi menegaskan pihaknya tetap berkomitmen memberikan pendampingan bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan. “Peserta yang ingin mengembangkan usaha setelah pelatihan tetap dapat kami dampingi sesuai kapasitas yang dimiliki Disnakertrans Kabupaten Berau,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans menggandeng instruktur bersertifikasi dari Yayasan Edukasi Multi Anugrah Samarinda untuk memastikan kualitas pelatihan yang diberikan kepada peserta.

