BERITA TERKINI
Dinkes Kota Bandung Ingatkan Pentingnya Hidrasi dan Gizi Seimbang agar Tetap Bugar Selama Ramadan

Dinkes Kota Bandung Ingatkan Pentingnya Hidrasi dan Gizi Seimbang agar Tetap Bugar Selama Ramadan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh selama bulan suci Ramadan agar ibadah puasa tetap berjalan optimal dan aktivitas sehari-hari tetap produktif. Upaya yang ditekankan meliputi pemenuhan cairan, asupan gizi seimbang, olahraga teratur, serta pengaturan waktu istirahat.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Dadan M Kosasih, mengatakan masyarakat tidak perlu melakukan perubahan drastis terhadap kebiasaan hidup sehat yang selama ini sudah dijalankan. Menurut dia, aktivitas fisik dan olahraga tetap dapat dilakukan selama disesuaikan dengan kondisi tubuh dan waktu yang tepat, seperti menjelang berbuka atau setelah salat tarawih.

Dadan menjelaskan bahwa secara prinsip kebutuhan dasar tubuh, termasuk cairan, tidak berubah meski seseorang berpuasa. Dalam rentang 24 jam, rata-rata orang dewasa tetap membutuhkan sekitar 1,5 liter air atau setara delapan gelas per hari.

Tantangan selama Ramadan, kata dia, adalah pengaturan waktu minum karena cairan tidak dapat dikonsumsi pada siang hari. Karena itu, masyarakat diminta cermat membagi waktu pemenuhan cairan sejak berbuka hingga sahur.

Ia menekankan konsumsi air sebaiknya tidak dilakukan sekaligus dalam jumlah besar karena kurang efektif dan dapat membuat perut tidak nyaman. Pembagian bertahap dinilai membantu tubuh menyerap cairan lebih optimal. Dengan acuan satu gelas sekitar 200 mililiter, delapan gelas per hari dapat dibagi, misalnya dua gelas saat berbuka, dua gelas sebelum atau setelah tarawih, dan sisanya diminum bertahap hingga waktu sahur.

Pola tersebut dinilai penting untuk mencegah dehidrasi, menjaga konsentrasi, serta mempertahankan stamina selama beraktivitas, terutama bagi warga yang tetap bekerja penuh waktu atau memiliki mobilitas tinggi di luar ruangan.

Selain cairan, Dadan mengingatkan pentingnya memperhatikan kualitas makanan saat berbuka dan sahur dengan menerapkan prinsip gizi seimbang. Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi utama, protein berperan dalam memperbaiki dan membangun jaringan tubuh, sementara lemak tetap diperlukan dalam jumlah cukup sebagai cadangan energi. Ketiganya perlu dikombinasikan secara proporsional.

Ia juga menganjurkan konsumsi sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan selama perubahan pola makan di bulan Ramadan. Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak berlebihan mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak saat berbuka karena kebiasaan “balas lapar” dapat memicu gangguan kesehatan, seperti gangguan lambung atau lonjakan gula darah.

Aspek lain yang turut disoroti adalah pengaturan waktu istirahat. Aktivitas sahur dan ibadah malam berpotensi mengurangi jam tidur, sehingga masyarakat diminta mengatur jadwal agar kebutuhan istirahat tetap tercukupi. Menurut Dadan, kurang tidur dalam waktu lama dapat menurunkan imunitas dan memengaruhi fokus saat bekerja maupun beribadah. Jika memungkinkan, istirahat singkat pada siang hari dapat menjadi solusi untuk menjaga kebugaran.

Dinkes Kota Bandung berharap masyarakat dapat tetap sehat, bugar, dan produktif sepanjang Ramadan dengan menjaga hidrasi, menerapkan gizi seimbang, berolahraga secara teratur, serta mencukupi waktu istirahat.