Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Uji Menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal sebagai persiapan pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal. Kegiatan ini diikuti peserta dari puskesmas serta lima ahli gizi SPPG.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Eddy Sucipto, mengatakan uji menu dilakukan untuk menilai tingkat penerimaan (daya terima), cita rasa, variasi menu, tekstur, serta kesesuaian porsi makanan sebelum ditetapkan menjadi susunan menu dalam program PMT Lokal.
Selain itu, uji menu juga bertujuan memastikan bahan makanan yang digunakan mudah diperoleh di lingkungan sekitar, memiliki nilai gizi yang baik, serta sesuai dengan kebiasaan makan sasaran. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (19/2).
Ia menjelaskan pelaksanaan kegiatan diawali dengan persiapan bahan dan pengolahan menu oleh tim gizi sesuai standar resep yang telah ditentukan. Adapun menu yang diuji meliputi rolade daging ayam, donat 4 bintang, aremie komplit, kue labubu berseri, gimbab lokal, cilok sehat ceria, dan risol 4 bintang.
Setelah diolah, makanan disajikan untuk dinilai daya terimanya, mencakup rasa, aroma, tekstur, dan tampilan.
Menurut Eddy, PMT merupakan program intervensi gizi berupa pemberian makanan bergizi, baik kudapan maupun makanan lengkap, bagi balita gizi kurang dan ibu hamil dengan kondisi KEK (Kurang Energi Kronis). Program ini ditujukan untuk mencegah stunting dan meningkatkan status gizi, dengan mengutamakan bahan pangan lokal selama 90 hari sebagai bagian dari edukasi gizi seimbang.
Ia menambahkan, manfaat PMT antara lain membantu balita gizi kurang atau bawah garis merah (BGM) agar berat badan naik dan mendekati berat badan ideal, mencegah stunting dengan memastikan kebutuhan gizi harian terpenuhi selama masa tumbuh kembang, serta memberi pemahaman kepada ibu tentang pentingnya pangan lokal bergizi.

