Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar kegiatan Gerakan Aksi Bergizi tahun 2026 di SMPN 14 Bengkulu Selatan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran remaja usia sekolah tentang pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan gizi seimbang.
Gerakan Aksi Bergizi menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan generasi muda melalui edukasi, aktivitas fisik, serta pembiasaan perilaku hidup sehat sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan, Didi Ruslan, mengatakan Gerakan Aksi Bergizi merupakan gerakan nasional yang diinisiasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama lintas sektor. Program ini menyasar remaja usia sekolah mulai dari jenjang SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga lingkungan pesantren, agar semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
“Gerakan Aksi Bergizi ini merupakan langkah untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya pola hidup sehat. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kebiasaan positif sejak dini agar para remaja dapat tumbuh sehat, aktif, dan memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik,” ujar Didi Ruslan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengusung pesan kunci “Hidup Sejak Sekarang untuk Remaja Kekinian”. Pesan tersebut mengajak remaja mulai memperhatikan kesehatan diri melalui kebiasaan sederhana, seperti rutin melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menjaga pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan meliputi senam bersama untuk mendorong siswa lebih aktif bergerak, sarapan bersama dengan membawa bekal bergizi seimbang dari rumah, serta edukasi kesehatan mengenai gizi seimbang, bahaya anemia, dan pencegahan stunting. Selain itu, terdapat kegiatan minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama yang ditujukan bagi remaja putri sebagai upaya pencegahan anemia.
Didi Ruslan menambahkan, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pencatatan konsumsi TTD secara digital melalui aplikasi kesehatan, seperti CERIA, turut dilakukan sebagai bagian dari pemantauan dan penguatan pelaksanaan program.
“Kami berharap para remaja tidak hanya mengikuti kegiatan ini, tetapi juga menerapkan kebiasaan hidup sehat secara konsisten, termasuk menjaga asupan gizi, aktif berolahraga, dan bagi remaja putri mematuhi anjuran konsumsi Tablet Tambah Darah,” tambahnya.
Melalui Gerakan Aksi Bergizi, Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan berharap kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan dan gizi seimbang semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, keluarga, dan lintas sektor diharapkan dapat membantu membentuk generasi muda yang sehat, produktif, serta siap menjadi penerus pembangunan daerah dan bangsa.