Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar memperkirakan sejumlah bahan pokok berpotensi mengalami kenaikan harga menjelang hingga saat Hari Raya Idul Adha 2026. Komoditas yang diprediksi terdampak antara lain daging sapi, daging ayam, serta bumbu dapur.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar, Nirman Niswan Mungkasa, mengatakan kenaikan permintaan pangan kerap terjadi pada momentum hari besar keagamaan. Menurutnya, lonjakan kebutuhan masyarakat pada hari perayaan biasanya melampaui konsumsi standar.
Ia mencontohkan situasi serupa pernah terjadi saat Idulfitri, ketika harga daging ayam naik tajam akibat permintaan yang tinggi. Meski demikian, ia menekankan agar kenaikan harga tidak terjadi secara berlebihan.
Untuk mengantisipasi gejolak harga, Dinas Ketahanan Pangan Makassar menyatakan terus melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisional. Selain itu, pihaknya juga rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah di kantor-kantor kelurahan sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang.
Di sisi lain, Nirman memastikan stok sejumlah bahan pokok dinilai aman, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung. Ia menyebut informasi dari Bulog menunjukkan ketersediaan beras masih mencukupi hingga sekitar satu tahun, begitu pula bahan pokok lainnya.
Sementara itu, seorang ibu rumah tangga di Makassar, Ati, menilai kenaikan harga menjelang Idul Adha merupakan hal yang wajar karena daya beli masyarakat biasanya meningkat. Meski begitu, ia berharap kenaikan harga tidak melonjak terlalu tinggi dan tetap dalam batas kewajaran.

