Pemerintah Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, memperkuat komitmen peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui program Gerbangmas Melati. Program ini dijalankan secara terpadu, mulai dari pemenuhan gizi bagi kelompok rentan hingga upaya pencegahan penyakit berbasis kebersihan lingkungan.
Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu untuk balita dan ibu hamil. Menu PMT disusun dengan gizi seimbang, terdiri dari nasi, lauk berprotein hewani, sayur, buah, dan susu. Selain pembagian makanan, kader kesehatan memberikan edukasi pola makan sehat serta memantau tumbuh kembang balita secara berkala.
Seorang ibu balita di Desa Pandansari mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. “Saya sangat terbantu dengan PMT ini. Gizi anak saya jadi lebih terpantau dan dapat makanan sehat,” katanya, Senin (20/04/2026).
Kader kesehatan setempat menekankan bahwa kegiatan tidak berhenti pada pemberian makanan. “Kami juga mengedukasi masyarakat agar paham pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Upaya ini ditujukan untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Perhatian serupa juga diberikan kepada kelompok lanjut usia. PMT untuk lansia disesuaikan dengan kebutuhan, yakni rendah lemak, tinggi serat dari sayur dan buah, serta mudah dikonsumsi. Kader turut mendampingi lansia melalui edukasi pola hidup sehat agar tetap aktif.
Salah satu peserta lansia menilai program tersebut bermanfaat. “Program ini sangat bermanfaat. Makanannya mudah dikonsumsi dan bantu jaga kesehatan,” ungkapnya.
Di sisi pencegahan penyakit, Desa Pandansari menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Dusun Tugulasi, RT 01 dan RT 02. Pada Minggu pagi, warga bersama kader dan perangkat desa bergotong royong membersihkan lingkungan. Kegiatan ini juga menerapkan langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, disertai pemeriksaan jentik di tempat penampungan air dan titik-titik rawan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
Seorang warga yang mengikuti PSN menilai kegiatan kolektif lebih efektif. “Kegiatan ini penting untuk mencegah DBD. Kalau dilakukan bersama, hasilnya lebih maksimal,” katanya.
Kombinasi pemenuhan gizi dan gerakan kebersihan lingkungan tersebut mencerminkan upaya Desa Pandansari membangun pola hidup sehat di tingkat masyarakat. Melalui dua pendekatan itu, pemerintah desa menargetkan peningkatan kualitas hidup warga serta terbentuknya generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

