Kota Solo kembali memiliki titik kuliner kaki lima yang ramai dikunjungi warga. Berada di samping Lapangan Karangasem, tepatnya di sebelah SMP Muhammadiyah 10 Surakarta, deretan gerobak di pinggir jalan ini menjadi tujuan favorit untuk berburu camilan murah pada sore hari.
Meski sederhana, suasana kawasan tersebut kerap dipadati pembeli dari berbagai kalangan. Menjelang sore, para pedagang mulai memenuhi area di Kecamatan Laweyan dengan aneka jajanan yang lekat dengan ingatan masa kecil.
Beragam pilihan tersedia, mulai dari cilok, sempol ayam, aneka gorengan, bakaran, hingga martabak mini atau lekker yang dimasak langsung di tempat. Aroma makanan yang baru matang berpadu dengan keramaian pengunjung menghadirkan nuansa jajanan sekolah yang kini semakin jarang ditemui.
Pengunjungnya tidak hanya anak sekolah. Mahasiswa, pekerja kantoran, hingga keluarga juga kerap singgah untuk menikmati suasana santai selepas beraktivitas. Harga yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik utama. Dengan belasan hingga puluhan ribu rupiah, pengunjung bisa mencicipi beberapa jenis camilan sekaligus.
Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah pilihan pelengkap berupa chili oil. Jika biasanya cilok atau sempol disajikan dengan saus sambal dan kecap, kini banyak pembeli menambahkan chili oil yang memberi rasa pedas gurih dengan aroma rempah lebih kuat. Inovasi ini membuat jajanan tradisional terasa lebih kekinian tanpa menghilangkan karakter dasarnya.
Selain itu, tiap pedagang memiliki racikan bumbu andalan masing-masing. Ada yang menawarkan saus kacang, sambal pedas manis, bubuk cabai, hingga bumbu bakar yang meresap ke makanan. Keberagaman rasa ini membuat pengunjung memiliki banyak pilihan dan terdorong kembali untuk mencoba menu dari gerobak yang berbeda.
Deretan pedagang minuman juga melengkapi suasana. Es teh, es jeruk, aneka minuman dalam cup, hingga es blender menjadi pilihan untuk menemani jajanan sore. Perpaduan camilan hangat dengan minuman dingin disebut menjadi favorit, terutama saat cuaca Solo sedang terik.
Keberadaan Lapangan Karangasem di samping area pedagang turut menambah daya tarik. Banyak warga memanfaatkan lapangan untuk berolahraga, berjalan santai, atau berkumpul bersama keluarga, lalu melanjutkan dengan membeli camilan di deretan gerobak.
Di sisi lain, aktivitas jual-beli di kawasan ini juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Puluhan pedagang menggantungkan penghasilan dari berjualan setiap sore. Sebagian merupakan pedagang lama dengan pelanggan tetap, sementara lainnya menghadirkan inovasi menu untuk menarik minat generasi muda yang gemar mencoba kuliner viral.

