I Putu Bayu Ekayana sempat diliputi kebingungan ketika harus melanjutkan usaha keluarga, Depot Betty, pada 2013. Ia mengambil alih warung babi guling yang dirintis sejak 2001 setelah kesehatan ibunya menurun, sementara latar belakang pekerjaannya sebelumnya adalah bartender.
Bayu kemudian belajar mengelola Depot Betty yang berlokasi di Pancasari, Tabanan, Bali. Ia memperkuat aspek pelayanan, kebersihan, serta standar higienitas tanpa mengubah resep warisan keluarga.
Untuk mengembangkan usaha, Bayu mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada BRI pada 2014. Tambahan modal tersebut juga dimanfaatkannya untuk merapikan manajemen keuangan. Menurut Bayu, dukungan BRI membantu pengembangan usaha sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis keluarga, termasuk pendampingan sejak pengajuan kredit hingga pelunasan.
Seiring berjalannya waktu, Depot Betty mengadopsi sistem pembayaran nontunai di seluruh warungnya. Transaksi di tiga depot tercatat otomatis melalui QRIS, BRImo, dan mesin EDC dari BRI. Bayu menyebut digitalisasi memudahkan kontrol keuangan dan menekan risiko kehilangan karena pemasukan tercatat, ditambah fitur notifikasi transaksi pada BRImo yang membantu meminimalkan kesalahan pencatatan serta memantau transaksi melalui ponsel.
Bayu mencatat sekitar 50% transaksi di seluruh Depot Betty kini dilakukan secara nontunai. Pembayaran cashless tersebut didominasi pembeli muda dan mulai diikuti pelanggan usia lebih tua karena dinilai praktis.
Dari sisi operasional, Depot Betty menghabiskan sekitar 5 hingga 6 ekor babi per hari untuk seluruh depot. Bahan baku diperoleh dari peternak lokal di kawasan Pancasari, Candikuning, hingga Baturiti, Tabanan.
Meski demikian, Bayu menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menjaga stabilitas usaha di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ramai, alih-alih melakukan ekspansi agresif.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menyampaikan digitalisasi menjadi kunci bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar. Ia mengatakan BRI berkomitmen mendorong digitalisasi UMKM melalui layanan perbankan digital, pendampingan, serta ekosistem terintegrasi agar pelaku usaha dapat naik kelas dan memperluas akses pasar.
Menurut Hery, BRI menyediakan layanan seperti aplikasi BRImo, QRIS, serta platform pemberdayaan UMKM untuk memudahkan transaksi yang efisien dan aman. Melalui inisiatif tersebut, BRI menyatakan optimistis dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat peran UMKM.

