Jurusan Agribisnis menawarkan beragam peluang karier, terutama karena erat kaitannya dengan sektor agraris yang kuat di Indonesia. Program studi ini mempelajari bisnis di bidang pertanian beserta komponen pendukungnya, mulai dari budidaya, pengelolaan pascapanen, penyediaan bahan baku, pemasaran, hingga pengolahan.
Secara konsep, agribisnis berasal dari gabungan kata agriculture (pertanian) dan business (bisnis). Mahasiswa agribisnis dibekali cara pandang ekonomi dalam penyediaan pangan serta strategi untuk mengelola rantai pasok sektor pangan (food supply chain).
Materi yang dipelajari mencakup berbagai aspek, seperti pakan ternak, alat dan mesin pertanian, produksi biofuel, produksi benih, bahan kimia pertanian, wisata pertanian, hingga proses pembuatan bahan pertanian. Karena itu, agribisnis memadukan ilmu sosial-humaniora dan sains-teknologi, termasuk manajemen usaha, kewirausahaan, dan pemasaran produk.
Selain pertanian, bidang peternakan juga menjadi ruang kerja lulusan agribisnis, termasuk pengembangan produk dari budidaya hingga pemanfaatan hasil samping. Berikut delapan prospek kerja yang disebutkan bagi lulusan Agribisnis.
1. Konsultan pertanian
Lulusan agribisnis dapat berkarier sebagai konsultan pertanian yang memberi saran dan pendampingan bagi pelaku usaha tani. Peran ini mencakup pembimbingan manajemen sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, serta penyusunan program unggulan pertanian, termasuk diversifikasi usaha tani.
Konsultan pertanian juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, menjaga kerahasiaan klien, dan memiliki analisis yang baik, misalnya untuk menilai harga jual produk di pasar maupun kondisi unsur hara lahan.
- Memberikan masukan terkait budidaya, pemupukan, pengairan, dan perawatan tanaman.
- Memberi saran pengendalian gulma dan pembasmian hama.
- Mendampingi sektor perkebunan, misalnya pemilihan bibit dan kecocokan lahan.
- Mengawasi aktivitas seperti irigasi, pemakaian zat kimia, panen, dan penilaian kepatuhan standar keamanan.
- Melaksanakan penelitian, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan terkait bidang pertanian.
- Mengunjungi kelompok tani untuk advokasi, pembinaan, dan penyuluhan.
- Menyusun kebijakan teknis, rencana, dan program penelitian pertanian.
2. Pekerja LSM atau koperasi
Pilihan karier lain adalah bergabung dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau koperasi yang bergerak untuk memajukan pertanian. Lulusan agribisnis dapat terlibat dalam penyuluhan kepada masyarakat, termasuk di bidang pertanian maupun peternakan, serta membantu memberi solusi langsung atas persoalan yang dihadapi petani dan peternak.
3. Pemasok sayur dan buah organik
Meningkatnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pangan organik membuka peluang menjadi pemasok sayur dan buah organik. Permintaan disebut datang dari berbagai tempat makan, termasuk hotel dan restoran, yang mengutamakan jaminan mutu bahan pangan.
- Memastikan ketersediaan bahan baku bagi pihak yang membutuhkan.
- Menjaga kondisi dan kualitas bahan baku saat diterima pembeli.
- Mengelola penyimpanan sebelum pengiriman.
- Mengatur pengiriman tepat waktu.
- Melakukan pengadaan sendiri atau bekerja sama dengan pihak lain.
- Menyiapkan informasi bahan baku sebelum dijual.
- Melakukan pemasaran secara luring maupun daring.
- Menjaga komitmen pasokan rutin dan kualitas layanan.
4. Peneliti di lembaga penelitian
Lulusan agribisnis juga dapat bekerja sebagai peneliti di lembaga penelitian, termasuk yang disebutkan seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) atau lembaga lain. Peran peneliti antara lain mengembangkan pengetahuan dan inovasi, misalnya terkait peningkatan produktivitas dan pengembangan produk baru.
- Melaksanakan penelitian, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.
- Mengembangkan produk baru yang berguna bagi kehidupan.
- Mengoperasikan alat utama, melakukan pengujian, dan mengevaluasi hasil.
- Menyusun kebijakan teknis, rencana, dan program penelitian.
- Bekerja sama dengan perusahaan terkait pengadaan barang dan jasa untuk aktivitas riset dan pengembangan.
- Mendukung penelitian di bidang kesehatan, agro, lingkungan, dan industri.
- Melakukan tes dan mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk.
- Memastikan performa sesuai standar yang ditetapkan.
5. Bekerja di instansi pemerintahan
Lulusan agribisnis dapat berkarier di instansi pemerintah, misalnya Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), dengan peran edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan pertanian, perkebunan, dan ladang. Peluang lain disebut ada di Kementerian Pertanian, termasuk pada bidang penelitian dan pengembangan pertanian.
- Penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program penelitian, pengembangan, dan inovasi di bidang pertanian.
- Pelaksanaan penelitian, pengembangan, dan inovasi.
- Penyebarluasan hasil penelitian, pengembangan, dan inovasi.
- Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan kegiatan.
- Pelaksanaan fungsi administratif dan fungsi lain sesuai penugasan.
6. Akademisi atau dosen
Prospek lain adalah menjadi dosen, dengan catatan perlu melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) atau doktor (S3). Selain mengajar, dosen juga menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, termasuk penelitian dan publikasi ilmiah.
- Menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif.
- Merencanakan, melaksanakan, menilai, dan mengevaluasi pembelajaran.
- Memilih metode instruksional yang tepat dalam proses belajar-mengajar.
- Mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan.
- Bertindak objektif dan tidak diskriminatif dalam pembelajaran.
- Melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat.
7. Karier di perusahaan swasta
Lulusan agribisnis juga berpeluang bekerja di perusahaan swasta yang bergerak di bidang agribisnis. Pilihannya beragam, termasuk perusahaan komoditas maupun sektor agribisnis lainnya, atau berperan sebagai pemasok komoditas.
8. Wirausaha (entrepreneur) agribisnis
Menjadi wirausaha di bidang agribisnis juga disebut sebagai prospek yang terbuka. Peran entrepreneur menuntut kepekaan melihat peluang usaha sekaligus kemampuan menjawab persoalan di sektor pertanian, misalnya terkait kesejahteraan petani, keuntungan yang sepadan dengan kualitas produk, dan keberlanjutan usaha pertanian.
Dalam konteks ini, lulusan agribisnis juga dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah untuk berbagi solusi dan mengembangkan inisiatif yang membantu kinerja petani.

