BERITA TERKINI
Delapan Bulan Program Makan Bergizi Gratis di MI GUPPI 13 Tasik Malaya, Kebiasaan Makan Sehat Siswa Mulai Terbentuk

Delapan Bulan Program Makan Bergizi Gratis di MI GUPPI 13 Tasik Malaya, Kebiasaan Makan Sehat Siswa Mulai Terbentuk

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI GUPPI 13 Tasik Malaya telah berjalan konsisten selama delapan bulan sejak diluncurkan pada 6 Oktober 2026. Program ini menjangkau 228 siswa dan 20 guru, serta kini menjadi bagian dari rutinitas harian di madrasah.

Setiap pagi pukul 08.00 WIB, halaman madrasah digunakan sebagai area distribusi makanan. Siswa kelas 1 hingga kelas 6 menerima kotak makanan bergizi yang disusun berdasarkan standar gizi seimbang, dengan pendampingan ahli gizi dari Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG) Curup Utara.

Kepala MI GUPPI 13 Tasik Malaya, Mustakim, menyebut program berjalan tanpa kendala berarti dan dinilai membawa dampak positif. Ia mengatakan kondisi kesehatan siswa terjaga, semangat belajar meningkat, dan orang tua merasa terbantu.

Catatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) menunjukkan perubahan setelah MBG berjalan. Kasus siswa yang merasa lemas pada jam pelajaran siang dilaporkan menurun drastis. Pemeriksaan rutin setiap tiga bulan juga mencatat 85% siswa mengalami kenaikan berat badan yang dinilai sehat sesuai usia.

Petugas UKS, Umi Nurul Setiareni, menyampaikan bahwa sebelumnya banyak siswa datang ke UKS karena pusing dan lemas, namun kini kejadian tersebut jarang. Menurutnya, siswa juga terlihat lebih fokus pada jam belajar berikutnya.

Para guru turut merasakan dampak di kelas. Proses pembelajaran disebut menjadi lebih efektif karena siswa tidak lagi terganggu rasa lapar.

Variasi menu menjadi salah satu aspek yang ditekankan dalam pelaksanaan program. Tim MBG madrasah bekerja sama dengan ahli gizi untuk menyusun menu mingguan yang beragam. Pada pekan ini, menu yang disajikan antara lain ayam bakar, ikan goreng, telur balado, tumis sawi, capcay, buah apel, jeruk, pisang, pepaya, serta susu UHT.

Sebelum dibagikan, makanan melewati tiga tahap pengecekan, yakni uji rasa oleh tim madrasah, pengecekan suhu, dan pemeriksaan kemasan.

Sejumlah orang tua menyebut MBG membantu kebutuhan keluarga. Desti, wali murid kelas 3, mengatakan program ini membuatnya lebih tenang karena tidak lagi bingung menyiapkan bekal setiap hari. Ia juga menilai anaknya lebih berisi dan tidak mudah sakit. Sementara itu, Joko, wali murid kelas 6, menyebut program tersebut membantu karena uang bekal dapat dialihkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Selain pembagian makan, madrasah memanfaatkan program ini untuk edukasi gizi. Setiap minggu, guru mengadakan sesi singkat “Belajar Gizi” di kelas yang membahas pentingnya konsumsi sayur, buah, protein, dan air putih. Mustakim mengatakan pihak sekolah berharap pemahaman tersebut membentuk kebiasaan sehat yang terbawa hingga di rumah.

Madrasah juga menggelar lomba “Kotak Makan Terbersih” setiap bulan untuk membiasakan siswa menjaga kebersihan dan tidak menyisakan makanan.

Memasuki bulan kedelapan pelaksanaan, MI GUPPI 13 Tasik Malaya berharap program MBG dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi madrasah lain di wilayah Tasik Malaya. Mustakim menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, Kementerian Agama, serta pihak-pihak yang mendukung program, seraya berharap cakupan dan kualitasnya terus ditingkatkan.