Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melakukan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner lokal agar lebih memahami pemasaran digital. Salah satu yang didampingi adalah Tahu Waci, usaha kuliner yang sebelumnya dikenal melalui gerobak kuning dan kini mulai memperluas jangkauan lewat platform seperti TikTok.
Pendampingan tersebut berfokus pada upaya memperkenalkan strategi pemasaran berbasis digital agar produk lebih mudah ditemukan dan dikenal masyarakat. Dengan memanfaatkan media sosial, Tahu Waci diharapkan dapat menjangkau konsumen lebih luas dibandingkan mengandalkan penjualan secara langsung.
Melalui proses ini, Tahu Waci mulai membangun kehadiran di ruang digital sebagai bagian dari adaptasi terhadap perubahan cara masyarakat mencari informasi dan memilih produk kuliner. Dari aktivitas promosi yang sebelumnya terbatas di lapangan, usaha ini kini berupaya meningkatkan visibilitas melalui konten dan interaksi di media sosial.
Pendampingan mahasiswa UM tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap UMKM lokal agar mampu mengikuti perkembangan pemasaran, sekaligus memperkuat daya saing usaha kuliner di tengah persaingan yang semakin ketat.

