Aci, kuliner khas Garut, Jawa Barat, berbahan dasar tepung kanji, telah lama dikenal lewat berbagai olahan seperti cireng, cimol, hingga cilok. Pada 2018, Mokhammad Dandi Sepsaditri—yang akrab disapa Dandi—mencoba memberi sentuhan baru pada jajanan berbahan aci dengan menghadirkan inovasi bakso dari olahan tepung aci.
Dari langkah itu, lahirlah Baso Aci Akang. Brand ini kemudian berkembang pesat dan disebut telah memiliki lebih dari 100 cabang, dengan jumlah yang disebut akan terus bertambah. Perkembangan tersebut turut membuat aci semakin dikenal hingga ke berbagai daerah.
Berawal dari tempat sederhana
Dandi memulai Baso Aci Akang di kawasan perumahan Islamic Village, Tangerang. Di fase awal, ia menggunakan etalase bekas jualan orang lain dan meminjam dua meja dari tetangga, serta berjualan di tempat sewa yang seadanya.
“Ya pokonya yang penting bersih, bisa jualan, ya itu aja dulu,” tuturnya.
Pada bulan pertama, ia mengaku masih harus menutup kekurangan biaya operasional. Dandi menyebut sempat “nombok” setengah juta rupiah untuk menutupi biaya sewa bulan berikutnya.
Cabang kedua dan upaya membuka lapangan kerja
Empat bulan berjalan, Baso Aci Akang disebut semakin diminati. Melihat respons masyarakat yang baik, Dandi memberanikan diri membuka cabang kedua di Perumas 1 Karawaci.
Pada saat itu, ia baru mampu membayar sewa sebagai tenant kecil. Namun, ia menilai hal terpenting adalah bisnis tersebut bisa ikut membuka lapangan pekerjaan, meski dalam skala terbatas.
Ia juga mengenang keterbatasan modal pada masa awal. Selain meminjam meja makan dan memakai etalase bekas, Dandi menyebut dirinya masih berbelanja ke pasar, memasak, sekaligus melayani konsumen sendiri.
Akang Group dan ekspansi brand
Seiring waktu, Baso Aci Akang terus berkembang. Dandi kemudian mencoba memperluas usaha di luar brand utama tersebut. Pada 2021, Akang Group terbentuk dan disebut menaungi lima brand, di antaranya:
- Baso Aci Akang (2018)
- Iga Kokojo (2019)
- Toko Kopi Pasar Lama (2021)
- Acihuy (2021)
Dalam kurun tiga tahun, Dandi disebut berhasil membuat Baso Aci Akang dikenal luas, termasuk melalui beberapa momen viral di media sosial. Brand ini juga mengusung tagline “Baso Aci Paling Populer di Indonesia”.
Strategi pemasaran dan penguatan citra
Pengembangan Baso Aci Akang turut didukung sejumlah langkah pemasaran. Di awal 2021, Baso Aci Akang menggandeng musisi Indonesia Lale Ilman Nino untuk menciptakan lagu berjudul “Sayang”. Akang Group juga menggaet YouTuber Arief Muhammad sebagai Chief Marketing Officer.
Langkah-langkah tersebut disebut membantu membentuk citra baru bagi kuliner berbahan aci. Di media sosial, Baso Aci Akang bahkan dijuluki sebagai “aci naik kelas” oleh warganet.

