JAKARTA — Kelancaran distribusi bahan baku, kemasan, hingga pengiriman produk siap jual tepat waktu disebut menjadi salah satu kunci menjaga keberlangsungan bisnis kuliner. Untuk kebutuhan operasional tersebut, Daihatsu menawarkan Gran Max Blind Van sebagai kendaraan komersial yang dirancang untuk mendukung efisiensi kerja pelaku usaha.
Salah satu keunggulan Gran Max Blind Van berada pada desain kargo tertutup yang ditujukan untuk melindungi barang dagangan dari paparan panas, debu, dan hujan. Model ini memiliki dimensi 4.045 x 1.665 x 1.900 mm dengan konfigurasi dua tempat duduk, sehingga ruang belakangnya dapat dimanfaatkan untuk menata berbagai kebutuhan usaha, mulai dari produk makanan, stok kemasan, hingga meja portabel agar proses bongkar-muat lebih terorganisasi.
Dari sisi performa, kendaraan ini tersedia dalam dua pilihan mesin. Opsi pertama adalah mesin 1.3L K3-DE berkapasitas 1.298 cc dengan tenaga 88 PS yang ditujukan untuk rute perkotaan. Opsi kedua adalah mesin 1.5L 2NR-VE berkapasitas 1.496 cc dengan tenaga 97 PS.
Pada varian 1.5L, Daihatsu menyematkan teknologi Electric Power Steering (EPS) serta menyediakan opsi transmisi otomatis (AT) untuk menambah kemudahan dan kenyamanan, terutama saat menghadapi kemacetan lalu lintas di kota.
Daihatsu juga mencatat performa penjualan keluarga Gran Max di pasar domestik. Hingga Juli 2026, penjualan gabungan Gran Max Pick Up dan Mini Bus mencapai 43.797 unit, yang disebut mengukuhkan posisinya sebagai model kendaraan komersial terlaris di Indonesia.
Dengan ruang angkut yang lapang, bodi tertutup, serta pilihan mesin yang disesuaikan kebutuhan operasional, Gran Max Blind Van diposisikan sebagai salah satu opsi kendaraan untuk mendukung aktivitas distribusi dan pengiriman dalam bisnis kuliner.