Pusat Promosi Pariwisata Da Nang menyatakan promosi aplikasi teknologi menjadi prioritas industri pariwisata kota itu dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan strategi digitalisasi. Penggunaan aplikasi yang dikombinasikan dengan festival dan berbagai acara dinilai kian efektif untuk membangun keterhubungan serta meningkatkan interaksi dengan pengguna dan wisatawan.
Menurut laporan Pusat Promosi Pariwisata Da Nang, sektor pariwisata setempat kini menerapkan ekosistem pariwisata digital multi-platform untuk kebutuhan promosi, penjangkauan, bimbingan, dan dukungan bagi wisatawan. Sejumlah perangkat dan platform yang diimplementasikan antara lain portal pariwisata Danang FantastiCity, sistem situs mikro tematik, aplikasi Danang FantastiCity di Android/iOS, platform VR360 “One Touch to Da Nang”, serta sistem komunikasi digital multi-platform melalui kanal seperti Facebook, Instagram, TikTok, LinkedIn, Naver Blog, dan Xiaohongshu.
Da Nang juga bekerja sama dengan berbagai platform agen perjalanan online (OTA), termasuk Booking.com, Agoda, Traveloka, Klook, dan Trip.com, untuk mempromosikan destinasi, menyelenggarakan jaringan media digital, serta menghubungkan pengalaman produk dan layanan pariwisata. Platform yang berorientasi pada kemudahan—terutama yang mendukung pembayaran, pemesanan, dan pemilihan produk—diposisikan sebagai bagian dari ekosistem layanan terpilih agar wisatawan dapat menjelajahi dan menikmati Da Nang secara lebih mudah, nyaman, dan lancar.
Dalam konteks pariwisata, aplikasi digital dinilai membantu menghubungkan penyedia layanan sekaligus mengelompokkan produk dan layanan secara lebih jelas sehingga pengguna dapat memilih sesuai kebutuhan. Upaya ini disebut turut membentuk lingkungan digital yang lebih ramah pengguna dan efisien bagi aktivitas pariwisata lokal.
Melalui festival Da Nang Food Tour, industri pariwisata Da Nang memperluas kolaborasi dengan penyedia layanan dan aplikasi digital untuk menciptakan kondisi yang mendukung interaksi wisatawan dengan kuliner serta meningkatkan pengalaman berkunjung. Salah satu langkahnya adalah peluncuran peta kuliner digital Da Nang yang dikembangkan bersama ShopeeFood, dengan tujuan membantu wisatawan mencari, menjelajahi, dan mengakses pengalaman kuliner lokal melalui platform digital.
Aspek lain yang menjadi sorotan dalam Da Nang Food Tour 2026 adalah integrasi pembayaran nontunai dan solusi transportasi ramah lingkungan ke dalam pengalaman pengunjung. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya menguji model pariwisata cerdas yang terkait transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan, selain mempromosikan kuliner.
Pusat Promosi Pariwisata Da Nang juga menyebut adanya kolaborasi dengan sejumlah perusahaan teknologi, termasuk penerapan kecerdasan buatan untuk membangun peta pariwisata berbasis AI, pengembangan platform data pelanggan, serta penggunaan chatbot AI untuk memberikan informasi dan menyarankan rencana perjalanan. Dalam mendukung analisis data pengguna, strategi pemasaran destinasi, dan kegiatan bantuan pengunjung, lembaga itu memanfaatkan perangkat data seperti Google Analytics 4 (GA4), platform OpenAI, dan sistem chatbot miliknya.
Wakil Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, Nguyen Thi Hoai An, menyatakan bahwa dalam hal digitalisasi dan penerapan AI, pariwisata Da Nang tengah bertransisi dari model penyediaan informasi tradisional menuju ekosistem pariwisata digital terintegrasi yang mempersonalisasi pengalaman.
Secara bertahap, penerapan AI di industri pariwisata lokal disebut menunjukkan hasil positif dalam penerapan di masyarakat. Penggunaan platform aplikasi digital di kota tersebut juga dinilai membantu memperkuat lingkungan interaksi pengguna—seperti pemesanan makanan daring dan pembayaran nontunai—sekaligus mendukung pelaku usaha lokal mengakses metode operasional yang lebih modern.
Ke depan, untuk meningkatkan efektivitas digitalisasi dan pengelolaan data pariwisata serta budaya lokal, industri pariwisata Da Nang bersama sektor terkait berencana menyelesaikan dan menstandarisasi basis data pariwisata dan budaya secara serentak. Langkah ini juga mencakup pengaturan keterkaitan antarplatform yang telah ada agar dapat menunjang manajemen dan layanan dukungan bagi wisatawan secara lebih efektif.

