Tren kedai kopi terus berkembang seiring ragam olahan yang kian variatif. Jika sebelumnya kopi identik dipadukan dengan susu, kini sejumlah kedai mulai menawarkan racikan kopi dengan buah dan soda dalam format coffee mocktail.
Secara umum, mocktail adalah minuman campuran sari buah, buah segar, madu, dan bahan lain yang diramu bersama minuman bersoda. Di beberapa tempat, konsep itu kemudian dipadukan dengan kopi.
Coffee mocktail di Bandung
Salah satu kedai yang menyajikan racikan tersebut adalah Shoot Me In The Head Coffee Bar & Roastery di Jalan Kemuning 16, Kota Bandung, Jawa Barat. Kedai yang dibuka pada Sabtu, 7 Maret 2020 ini menghadirkan kreasi mocktail berbasis kopi sebagai salah satu daya tarik menunya.
Di kedai berkonsep interior pop culture dan industrial itu, biji kopi asal Etiopia disajikan dalam menu coffee mocktail bernama Hello Sunshine.
Hello Sunshine: floral dan buah, disajikan seperti champagne
Hello Sunshine digambarkan memiliki karakter rasa floral dan buah-buahan. Minuman non-alkohol ini disajikan dalam gelas champagne, dengan tampilan menyerupai bir karena terdapat busa di bagian atasnya. Harga per gelasnya Rp36.000.
Diprediksi jadi tren baru kopi kekinian
Co-Founder Shoot Me In The Head, Cindy Herlin Marta, memprediksi coffee mocktail berpotensi menjadi tren baru yang menggantikan sejumlah minuman kopi kekinian, seperti kopi susu gula aren dengan boba.
“Kami memprediksi coffee mocktail ini akan menjadi the next kopi kekinian. Ini bakal jadi pintu masuk ke sana,” kata Cindy kepada ANTARA. Ia menambahkan, di sejumlah negara lain, coffee mocktail sudah banyak disajikan di kedai-kedai kopi.
Menurut Cindy, kemunculan coffee mocktail berangkat dari kompetisi barista. Setelah itu, penyajiannya berkembang dan mulai hadir di berbagai kedai kopi di luar negeri.
Menu andalan lain
Hello Sunshine disebut sebagai salah satu dari tujuh menu andalan Shoot Me In The Head cabang Bandung. Selain itu, kedai ini juga menawarkan beberapa menu lain, antara lain:
- Johny Be Good, yang terinspirasi dari karakter kopi Indonesia yang manis, high body, dan spices.
- Coffee Sour, terinspirasi dari cocktail klasik “whisky sour” dengan bahan utama yang disubstitusi menggunakan kopi dari Indonesia.
Alasan memilih Bandung
Sebelum membuka cabang di Bandung, Shoot Me In The Head telah memiliki dua kedai sekaligus rumah sangrai di Jakarta. Bandung menjadi cabang pertama mereka di luar Jakarta.
Cindy menyebut ada beberapa alasan memilih Kota Bandung, salah satunya karena pertumbuhan konsumsi kopi di kota tersebut dinilai cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga menilai kecintaan terhadap kopi banyak diinisiasi anak muda dan didukung komunitas.
Menurutnya, perkembangan kultur kopi sangat dipengaruhi komunitas. “Hal tersebutlah yang dimanfaatkan sebagai peluang oleh kami,” kata Cindy.
Konsep interior: street culture dan industrial
Selain menawarkan ragam menu, kedai ini juga menonjolkan desain interior yang memadukan suasana street culture dan industrial. Ikon khas berupa tengkorak diterapkan pada berbagai merchandise, seperti t-shirt, enamel pin, scarf, jaket, totebag, sticker, tumbler, korek, dan lainnya.
Co-Founder sekaligus Chief Design Officer Shoot Me In The Head, Rendy Anugrah Mahesa, mengatakan ada banyak sudut pandang yang bisa diangkat dalam kultur meminum kopi, termasuk lewat pendekatan seni gambar.
“Dari awal kami berdiri pendekatan kami selalu lebih dekat dengan cara-cara yang dilakukan band indie. Kami menggunakan pendekatan dengan cara yang organik namun sustainable. Kami sangat terbuka untuk berkreasi melalui berbagai media untuk menarik sebanyak mungkin orang untuk mencintai kopi,” kata Rendy.
Di kafe tersebut, pengunjung juga dapat melihat langsung proses peracikan kopi di bar terbuka, sambil menikmati suasana Kota Bandung dari beranda belakang yang disebut homey.

