BERITA TERKINI
Cissipizza Jaga Konsistensi Rasa dan Perluas Inovasi Bisnis dari Malang

Cissipizza Jaga Konsistensi Rasa dan Perluas Inovasi Bisnis dari Malang

Mengembangkan bisnis kuliner di tengah persaingan yang kian ketat membuat Dyana Melati, pemilik Cissipizza, tidak hanya menitikberatkan pada rasa produk. Ia menilai sejumlah aspek harus berjalan beriringan—mulai dari konsistensi, inovasi, harga, promosi, hingga pelayanan—agar pelanggan tetap kembali. Prinsip tersebut diterapkan untuk menjaga usaha yang dirintis sejak 2013 sekaligus memperluas jangkauan Cissipizza dari Malang ke sejumlah kota.

Dyana menyebut menjaga konsistensi rasa menjadi tantangan paling berat ketika usaha berkembang dan memiliki beberapa outlet. Menurutnya, standar produk harus tetap sama meski proses produksi dilakukan oleh orang dan di lokasi berbeda. “Yang paling berat itu konsistensi rasa. Meskipun sudah bisa diterapkan di semua cabang, tetap harus audit di outlet dan dapur,” ujarnya. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pelanggan menerima produk dengan standar yang seragam.

Cissipizza juga pernah menghadapi masa penjualan menurun. Dyana mengatakan, penurunan dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti liburan mahasiswa, musim hujan, kondisi pasar, hingga promosi dan pelayanan. Karena itu, ia memilih tidak buru-buru menyimpulkan penyebabnya. “Kami harus cari penyebabnya dulu. Apakah dari menu, harga, memang momennya, promosinya yang kurang, atau pelayanan yang kurang,” katanya. Setelah penyebab diketahui, strategi seperti promo, layanan delivery, dan promosi melalui media sosial kembali diperkuat.

Selain promosi, Cissipizza berupaya menjaga kedekatan dengan pelanggan melalui beragam aktivitas. Salah satunya cooking class yang melibatkan anak-anak dari PAUD maupun TK. Ada pula konsep “Pizza Date” untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan. “Kami ada cooking class, termasuk melibatkan sekolah PAUD dan TK. Ada juga Pizza Date untuk berdua,” kata Dyana. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi cara membangun hubungan dengan konsumen yang tidak semata transaksi.

Pengembangan usaha juga diperluas lewat produk frozen yang menjadi solusi saat pandemi 2020. Dari yang sebelumnya berfokus pada penjualan melalui outlet, Cissipizza kemudian mengembangkan produk yang dapat disimpan dan dikonsumsi di rumah. Saat ini, Cissipizza memiliki sejumlah outlet di Malang, antara lain di kawasan Wilis, Sawojajar, Gajayana, Sarangan, dan Singosari, serta menjangkau Surabaya, Tangerang, dan Depok. Produk frozen yang ditawarkan juga telah memiliki izin BPOM.

Dyana menilai, siapa pun yang ingin memulai usaha kuliner perlu memahami produk sekaligus target konsumennya sejak awal. Menurutnya, perhitungan modal, beban operasional, hingga standar resep perlu disiapkan agar usaha dapat berjalan konsisten. “Resep itu harus baku. Meskipun dikerjakan oleh beberapa tangan, hasilnya harus tetap sama. Promosi di media sosial juga tidak boleh berhenti,” tuturnya. Ia menegaskan keberhasilan usaha tidak bisa hanya mengandalkan satu aspek. “Produk yang enak, harga yang terjangkau, atau pelayanan yang bagus, semuanya saling berkaitan. Harus balance untuk semua sisi,” pungkas Dyana.