Kuliner Indonesia kian menonjol di Malaysia. Kedekatan budaya, dorongan media sosial, serta ekspansi pelaku usaha membuat sejumlah makanan asal Indonesia semakin mudah ditemukan dan ramai diperbincangkan di negeri jiran.
Dalam beberapa tahun terakhir, ayam gepuk dan martabak manis lebih dulu membangun pasar dan menjadi favorit warga lokal. Terbaru, chicken roll jumbo bermerek Chikuro ikut mencuri perhatian setelah viral dan memunculkan tren jasa titip (jastip), sekaligus rencana pembukaan outlet resmi di Malaysia.
Ayam gepuk: populer sejak 2017
Ayam gepuk menjadi salah satu kuliner Indonesia yang paling dikenal di Malaysia sejak 2017. Menu ini berbeda dengan ayam geprek yang identik dengan ayam goreng krispi. Ayam gepuk menggunakan ayam goreng kuning tradisional yang diukep dengan bumbu rempah khas Jawa.
Selain proses pengolahan ayamnya, pembeda lain ada pada sambalnya. Ayam gepuk umumnya disajikan dengan sambal yang lebih creamy karena mengandung kacang dan beraroma wijen.
Di Malaysia, ayam gepuk dipelopori oleh pengusaha Indonesia melalui brand Ayam Gepuk Pak Gembus yang bekerja sama dengan pengusaha lokal. Kepopulerannya meningkat setelah viral di TikTok dan Instagram, lalu memunculkan berbagai usaha sejenis, terutama di kalangan UMKM.
Chikuro: chicken roll jumbo yang memicu tren jastip
Fenomena terbaru datang dari Chikuro, merek dagang chicken roll asal Indonesia yang dikenal dengan ukuran memanjang super jumbo. Berbeda dari chicken roll klasik Jepang yang berkulit tipis, Chikuro memiliki kulit lebih tebal namun tetap crunchy dari daging ayam berbalut tepung roti. Isiannya beragam, seperti mentai dan garlic cream cheese.
Chikuro disebut sebagai merek dagang makanan asal Bandung di bawah naungan PT Chikuro Indonesia Global. Karena jenis makanan seperti ini belum banyak dikenal sebelumnya, sebagian orang mengira “Chikuro” adalah nama jenis chicken roll panjang dengan isian saus lumer.
Popularitasnya di Malaysia memunculkan tren jastip Chikuro. Dalam perkembangannya, jajanan ini juga disebut sempat dipasarkan oleh pengusaha kuliner lokal dengan nama yang sama. Melihat antusiasme pasar, Chikuro—yang telah memiliki 80 cabang di Indonesia—mengumumkan rencana membuka gerai pertama di Malaysia.
Martabak manis: disebut “apam balik versi sultan”
Martabak manis atau terang bulan juga telah lebih dulu dikenal di Malaysia sejak sekitar 2016. Di sana, jajanan ini kerap dibandingkan dengan apam balik, makanan lokal yang bentuknya mirip dan sama-sama legendaris.
Martabak manis Indonesia kemudian disebut sebagai apam balik “versi sultan” karena adonannya yang tebal dengan isian melimpah dan variatif. Apam balik umumnya lebih tipis, garing di pinggir, dan cenderung berongga kering. Sementara martabak manis Indonesia dikenal tebal, empuk, memiliki “sarang” yang dianggap sempurna, serta terasa lebih basah dan kaya mentega.
Perkembangan martabak manis Indonesia di Malaysia turut didorong ekspansi franchise besar, salah satunya Martabak Bangka 66, yang disebut membuat warga lokal rela mengantre hingga berjam-jam.
Deretan kuliner tersebut menunjukkan bagaimana makanan Indonesia tidak hanya viral di media sosial, tetapi juga mulai mengakar lewat pembukaan gerai dan ekspansi bisnis di Malaysia.

