Kuliner pedas kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Salah satu menu yang belakangan kian populer adalah ceker mercon, olahan kaki ayam dengan sensasi pedas yang kuat dan disebut “meledak” di mulut.
Hidangan ini diolah dengan racikan bumbu yang didominasi cabai dalam jumlah besar, dipadukan dengan bawang putih, bawang merah, serta rempah seperti daun jeruk dan serai. Proses memasaknya memerlukan waktu cukup lama agar bumbu meresap dan tekstur ceker menjadi empuk.
Sejumlah pelaku usaha kuliner menilai, lonjakan popularitas ceker mercon terjadi dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya tren makanan pedas di media sosial. Konten kreator kuliner kerap menampilkan tantangan menyantap makanan super pedas, yang kemudian memicu rasa penasaran masyarakat untuk mencobanya.
“Awalnya saya hanya jualan ceker biasa, tapi setelah coba bikin versi mercon, ternyata responsnya luar biasa. Pembeli terus bertambah, terutama anak muda,” ujar Rina (32), penjual ceker mercon di kawasan Kertapati, Palembang.
Fenomena ini turut didukung kemudahan akses bahan baku. Ceker ayam dinilai relatif murah dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun modern, sehingga menarik minat pelaku usaha kecil dan menengah untuk menjadikannya sebagai menu andalan.

