Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menghadiri pembukaan Street Food Jilid 3 di Kawasan Kuliner Kota Tua Gorontalo, Sabtu malam (20/6/2026). Kehadiran Bupati Anton berlangsung di sela rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026, atas undangan Wali Kota Gorontalo, H. Adhan Dambea.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Kota Tua Gorontalo itu disebut menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memperkuat ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan daya tarik wisata daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anton menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Gorontalo atas penyelenggaraan acara yang dinilai dapat menjadi wadah promosi kuliner, budaya, dan produk lokal masyarakat. Ia menilai kegiatan seperti Street Food Jilid 3 dapat menghadirkan ruang ekonomi kreatif yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat atas penyelenggaraan Street Food Jilid 3 Kawasan Kuliner Kota Tua Gorontalo. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi kuliner dan budaya daerah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Semoga kegiatan ini semakin sukses dan menjadi agenda yang terus dinantikan masyarakat,” ujar Bupati Anton.
Ia juga berharap silaturahmi dan kerja sama antardaerah yang terjalin melalui berbagai kegiatan nasional, termasuk PENAS XVII Tahun 2026, dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan dan kemajuan daerah masing-masing.
Sementara itu, Wali Kota Gorontalo, H. Adhan Dambea, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Simalungun yang hadir di tengah padatnya agenda PENAS XVII Tahun 2026. “Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, yang telah berkenan hadir memenuhi undangan kami di sela-sela kesibukan mengikuti rangkaian kegiatan PENAS 2026 di Gorontalo,” ujarnya.
Adhan mengatakan Street Food Jilid 3 merupakan salah satu strategi Pemerintah Kota Gorontalo untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM lokal. Menurutnya, sektor UMKM menjadi penopang penting ekonomi warga karena di Kota Gorontalo tidak banyak perusahaan besar.
Kehadiran Bupati Simalungun dalam kegiatan tersebut juga disebut sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antardaerah sekaligus bertukar pengalaman dalam pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

