BERITA TERKINI
Bupati Landak Karolin Tekankan Peran Keluarga Penuhi Gizi Sejak Kehamilan untuk Cegah Stunting

Bupati Landak Karolin Tekankan Peran Keluarga Penuhi Gizi Sejak Kehamilan untuk Cegah Stunting

LANDAK — Bupati Landak Karolin Margret Natasa menekankan pentingnya peran keluarga, terutama para ibu, dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak masa kehamilan sebagai langkah awal mencegah stunting dan menjaga kualitas generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Karolin saat menghadiri pertemuan rutin bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Landak yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal, perayaan Paskah, Hari Kartini, serta sosialisasi gizi keluarga bertema “Dapur Sehat, Keluarga Kuat, DWP Hebat”, Kamis (16/4/2026), di Aula Besar Kantor Bupati Landak. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber gizi dari RSUD Landak, Tri Hidayat.

Karolin mengingatkan bahwa urusan gizi keluarga tidak boleh dianggap sepele karena berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Menurut dia, pemahaman mengenai makanan sehat, bergizi, serta kebutuhan kalori perlu mulai diterapkan dari rumah.

“Ibu-ibu di rumah harus memahami mengenai makanan sehat, makanan yang bergizi, hitungan kalori dan sebagainya,” kata Karolin.

Ia menilai pemenuhan gizi yang baik bukan hanya soal makanan yang mengenyangkan, melainkan juga kualitas asupan yang benar-benar dibutuhkan tubuh, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan.

Karolin juga meminta jajaran DWP, termasuk di unit-unit organisasi perangkat daerah (OPD), memberi perhatian lebih kepada anggota yang masih muda atau baru membangun keluarga. Kelompok tersebut, kata dia, perlu dibekali pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak dan pola makan sehat sejak dini.

“Kepada ibu-ibu DWP, di OPD-OPD para ketuanya tolong memperhatikan ibu-ibu DWP di unitnya masing-masing. Terutama untuk ibu-ibu muda, atau pegawai-pegawai yang baru nikah, diundang untuk diberikan sedikit pemaparan, atau sedikit diajak diskusi mengenai tumbuh kembang anak, makanan bergizi dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menegaskan perhatian terhadap stunting seharusnya dimulai bahkan sebelum anak lahir. Masa kehamilan disebutnya sebagai fase krusial yang menentukan kualitas awal pertumbuhan anak.

“Sebenarnya anak itu dimulai dari masa kandungan, itu penting sekali untuk pemenuhan gizinya. Kalau selama hamil ibu anemia, tentu akan menjadi persoalan, anaknya juga tidak akan tumbuh kembangnya optimal,” kata Karolin.

Karolin turut menyinggung kebiasaan makan yang kerap dianggap cukup hanya karena membuat kenyang, padahal belum tentu memenuhi kebutuhan gizi. Karena itu, ia mendorong para ibu terus belajar menyusun pola makan sehat agar keluarga tidak hanya kenyang, tetapi juga sehat.

Selain soal gizi, Karolin mengingatkan tantangan keluarga saat ini juga dipengaruhi perubahan gaya hidup dan media sosial. Menurut dia, orangtua perlu menjaga keseimbangan antara perhatian pada kesehatan fisik dan kesehatan lingkungan sosial anak, termasuk dengan melakukan pengawasan terhadap keseharian anak.

“Yang bisa kita berikan adalah pemahamannya. Kita monitor,” ujar Karolin.

Karolin berharap pertemuan DWP tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang belajar bersama yang membawa manfaat nyata bagi keluarga ASN di Kabupaten Landak. Ia juga mendorong anggota DWP menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dalam membangun keluarga yang harmonis serta memastikan anak-anak tumbuh sehat dengan asupan gizi yang baik.