BERITA TERKINI
Bugbug Kuliner Festival 2026 Libatkan UMKM Lokal, Dorong Kuliner Tradisional dan Ekonomi Berbasis Budaya

Bugbug Kuliner Festival 2026 Libatkan UMKM Lokal, Dorong Kuliner Tradisional dan Ekonomi Berbasis Budaya

Desa Adat Bugbug, Kecamatan Karangasem, menggelar Bugbug Kuliner Festival 2026 di Taman Harmoni Bali, Bukit Asah. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai upaya memperkuat eksistensi kuliner tradisional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.

Festival dibuka oleh Asisten III Setdakab Karangasem, I Wayan Ardika, di Taman Harmoni Bali, Bukit Asah, Desa Adat Bugbug, Sabtu (18/4). Beragam sajian khas Bugbug dihadirkan dan diolah langsung oleh krama desa dari masing-masing banjar adat, mulai dari makanan tradisional hingga inovasi kuliner yang berbasis kearifan lokal.

Selain menjadi ajang promosi kuliner, festival ini juga menjadi ruang interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan. Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, seiring konsep acara yang memadukan keindahan alam, budaya, dan cita rasa khas desa adat.

Ketua panitia I Gede Putra Arnawa menyampaikan, festival ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana pelestarian resep serta teknik memasak tradisional agar tetap diwariskan kepada generasi muda. “Ini baru memulai, memberdayakan UMKM lokal dengan menyajikan makanan khas Desa Adat Bugbug, salah satunya lawar,” jelasnya.

Ke depan, sejumlah tantangan disebut perlu diantisipasi, seperti menjaga konsistensi kualitas produk kuliner, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat promosi agar menjangkau pasar yang lebih luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Infrastruktur pendukung, termasuk aksesibilitas dan fasilitas di lokasi festival, juga menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan, terlebih dengan telah dibangunnya areal parkir, akses jalan, dan tempat rekreasi yang menawarkan panorama laut dan pantai dari ketinggian.

Di balik tantangan tersebut, peluang pengembangan festival dinilai terbuka lebar. Bugbug Kuliner Festival berpotensi menjadi daya tarik wisata unggulan di Karangasem jika dikemas secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan potensi wisata lain di sekitarnya. Dukungan pemerintah, pelaku pariwisata, serta kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat posisi festival ini sebagai ikon wisata kuliner berbasis desa adat di Bali.

Dengan semangat gotong royong dan pelestarian budaya, Desa Adat Bugbug optimistis festival ini dapat berkembang menjadi ajang yang tidak hanya mengangkat nama desa, tetapi juga memperkuat identitas kuliner Bali di tingkat yang lebih luas.

Perbekel Bugbug I Gede Diatmaja berharap destinasi Taman Harmoni Bali di Bukit Asah semakin diminati wisatawan setelah penyelenggaraan Bugbug Kuliner Festival. “Ini awal yang baik,” ujarnya.