BERITA TERKINI
Bubur Hanjeli di Perbatasan Kuningan–Majalengka Bertahan Sejak 2014, Tawarkan Cita Rasa Khas Cimenga

Bubur Hanjeli di Perbatasan Kuningan–Majalengka Bertahan Sejak 2014, Tawarkan Cita Rasa Khas Cimenga

Di ujung perbatasan Kabupaten Kuningan dan Majalengka, tepatnya di Desa Cimenga, Kecamatan Darma, masih ada sajian kuliner tradisional yang kini kian jarang dijumpai. Bubur Hanjeli racikan Kang Asep, yang berjualan di Blok Pasir Petir, tetap menjadi pilihan bagi warga sekitar maupun pelintas yang singgah.

Saat ditemui di lokasi pada Sabtu (18/4/2026), Kang Asep menuturkan usaha bubur hanjeli yang ia jalankan telah dimulai sejak 2014. Selama sekitar 12 tahun, ia konsisten menyajikan bubur berbahan dasar biji hanjeli kepada pelanggan. Ia membuka lapak dari pukul 06.00 hingga 17.00.

Menurutnya, hanjeli merupakan tanaman serealia yang kini mulai sulit ditemukan. Biji hanjeli diolah melalui beberapa tahapan, lalu dipadukan dengan racikan bumbu khas Desa Cimenga. Ia menyebut karakter bubur ini berbeda dibandingkan bubur kacang hijau maupun bubur sumsum.

Untuk bahan baku, Kang Asep mengatakan biji hanjeli yang digunakan didatangkan dari Cianjur. Alasannya, rasa hanjeli yang ditanam di wilayah setempat dinilai berbeda. “Hanjeli itu sejenis jagung tapi beda,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia meracik bubur tersebut dengan bumbu khas.

Dari sisi harga, Bubur Hanjeli dijual Rp10.000 per porsi. Kang Asep menyebut sebelumnya sempat dipatok Rp8.000, namun mengalami penyesuaian.

Sejumlah pengunjung mengaku tertarik karena keunikan rasanya. Syifa, salah satu pembeli, mengatakan baru pertama kali mencicipi bubur hanjeli meski sudah dua dekade tinggal di Kuningan. Ia menilai rasanya enak dan berbeda dari bubur yang biasa ia temui.